Jelang Porprov Bali XVI 2025, KONI Gelar Workshop Kesehatan dan Keuangan

oleh
Foto bersama Ketua Umum KONI Bali, IGN Oka Darmawan dengan Tim Kesehatan dan Keuangan Porprov Bali XVI 2025 - foto: Yan Daulaka

KORANJURI.COM – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali I Gusti Ngurah Oka Darmawan membuka workshop kesehatan dan keuangan.

Workshop jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI tahun 2025 ini berlangsung di Ruang Rapat Kantor KONI Bali, Kamis (21/8/2025) pagi

Workshop digelar agar tim kesehatan siaga penuh mengawal pelaksanaan Porprov yang mulai digelar tanggal 28 Agustus mendatang.

Tim kesehatan yang berkolaborasi dengan para volunter dari Mahasiswa Udayana, Undira dan UNBI nantinya yang bertugas 4 hingga 10 personil setiap hari selama pelaksanaan Porprov.

Dijelaskan Oka Darmawan, workshop bertujuan untuk memastikan kesehatan para atlet tetap terjaga menjelang, saat dan setelah pelaksanaan Porprov.

Selain itu, penggunaan anggaran Porprov juga harus transparan mengingat dana yang digunakan merupakan Dana Hibah dari Pemprov Bali.

“Kita mendatangkan beberapa ahli-ahli khususnya di bidang kesehatan dan juga hadir dari inspektorat terkait keuangan. Dalam Porprov kita ada empat sukses yakni sukses prestasi, sukses pelaksanaan, sukses administrasi keuangan dan sukses ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Bidang Kesehatan KONI Bali untuk Porprov Bali 2025 dr. I Gusti Ngurah Putra Eka Santosa, M.Fis., AIFO-K. Menurutnya, workshop ini sebagai langkah mitigasi untuk menciptakan sehat fisik dan sehat keuangan selama penyelenggaraan Porprov Bali 2025.

“Workshop hari ini kami hadirkan dokter spesialis jantung dari PJT Sanglah dan SPKO dari RS Siloam kemudian dipandu dan dibalut oleh inspektorat. Jadi tujuan kami disini sehat secara fisik dan sehat keuangan,” ujarnya.

Sementara, dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, Sp. KK yang juga merupakan Tim Kesehatan KONI Bali juga mengingatkan para atlet agar benar-benar menjaga kondisi. Semua atlet wajib memiliki kartu BPJS kesehatan dan Ketenagakerjaan agar terjamin dalam setiap event.

“Kami harapkan semua atlet memiliki BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Untuk semua atlet mereka sudah punya strategi tersendiri, saat sudah dekat kejuaraan mereka harus mengurangi intensitas latihan menjaga pola makan, dan menjaga gizinya juga,” jelas dokter yang mantan Ketua Umum Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Denpasar ini. (Yan Daulaka)