Jelang Musda Partai Golkar, Ketua SOKSI Purworejo Berharap Bisa Membawa Perbaikan

oleh
Ketua Depicab SOKSI Kabupaten Purworejo, Arie Edy Prasetyo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Berdasarkan instruksi dari DPP Partai Golkar no: SI-3/Golkar/VII/2020 tertanggal 1 Juli 2020, diinstruksikan kepada Ketua /PIt Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Se-Indonesia, untuk merencanakan, mempersiapkan dan menyelenggarakan Musda Partai Golkar tingkat Kabupaten/Kota di provinsi masing-masing, dengan batas waktu penyelengaraan Musda paling lambat 31 Agustus 2020.

Menanggapi instruksi tersebut, salah satu tokoh Partai Golkar Purworejo, yang juga Ketua Depicab SOKSI Kabupaten Purworejo, Arie Edie Prasetyo berharap, musda-musda yang akan dilaksanakan tersebut, nantinya bisa membawa perbaikan.

“Semoga saja musda akan menghasilkan pengurus yang kredibel dan konsisten memegang visi misi Golkar,” ujar Arie, Sabtu (05/07/2020).

Arie melihat, yang terjadi saat ini di Golkar, sudah ‘melenceng’ dari marwahnya, bergeser dari visi misinya, baik dalam bidang organisasi, kaderisasi maupun rekrutmen kader.

Arie mencontohkan, dalam rekrutmen kader, seharusnya ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, yakni, dimulai dari simpatisan, anggota terdidik, kader (dimulai dari tingkat terbawah), baru bisa menjadi pengurus sesuai lingkup/tingkatannya.

“Kaderisasi juga sama. Diawali dengan diikut-ikutkan terlebih dahulu, diperkenalkan, diberi penugasan, diberi kepercayaan jadi pengurus, dan selanjutnya diberi kekuasaan, baik di legislatif maupun eksekutif,” jelas Arie, yang juga anggota Baladhika Karya pusat ini.

Dalam bidang pengkaderan, menurut Arie, dibagi menjadi tiga, kader organisasi, kader eksekutif, dan kader legislatif. Namun yang terjadi saat ini, justru sebaliknya.

“Belum pernah jadi kader atau anggota, tiba-tiba dicalonkan jadi anggota legislatif,” ungkap Arie.

Arie berharap, dengan akan diadakannya musda-musda tersebut, semoga berjalan baik, menghasilkan hasil yang baik, dan bisa mengembalikan Golkar pada marwahnya, baik pada bidang organisasi, kaderisasi maupun rekrutmen kader.

Sebagai Ketua SOKSI Kabupaten Purworejo, dimana SOKSI adalah organisasi sosial politik yang merupakan salah satu cikal bakal pendiri Golkar, Arie sangat berharap, yang nantinya jadi pengurus, adalah orang-orang yang tahu persis Golkar.

Jelas Arie, untuk menyatukan gerak, langkah dan visinya, Golkar memiliki doktrin yang sangat ideal, karya kekaryaan, yang mengandung keselarasan antara manusia dengan Tuhan, antara kepentingan pribadi dan sosial, juga kepentingan pribadi dan masyarakat.

“Doktrin Golkar itu Karya, Siaga, Gatra, Praja, yang artinya siap berkarya membangun bangsa. Jika itu benar-benar dilaksanakan, semua orang pasti suka Golkar,” pungkas Arie. (Jon)