ITDC Jelaskan Kemunculan Objek Diduga Sirip Hiu di Perairan The Nusa Dua

oleh
Tim Patroli ITDC memantau perairan The Nusa Dua, Minggu, 24 Mei 2026 - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Munculnya sekumpulan yang diduga ikan hiu di perairan Pantai The Nusa Dua viral di media sosial. Dari informasi yang beredar aktifitas wisatawan di pantai diliputi kepanikan.

Menanggapi informasi yang beredar, pihak ITDC memastikan, saat kejadian tidak ditemukan adanya situasi yang menimbulkan kepanikan. Pantai The Nusa Dua umumnya memang dikunjungi oleh wisatawan baik mancanegara maupun domestik.

“Kami juga tidak menemukan laporan yang meresahkan dari masyarakat maupun wisatawan setelah itu,” kata General Manager The Nusa Dua I Made Agus Dwiatmika, Minggu, 24 Mei 2026.

Meski begitu, kata Agus, tim patroli ITDC belum dapat memastikan apakah objek tersebut merupakan hiu dikarenakan posisi jauh di tengah laut.

Saat kejadian, Jumat (22/6/2026) sekitar pukul 09.30 WITA, tim patroli Pantai ITDC bersama Kepolisian, Pamobvit, dan Polairud berpatroli rutin di kawasan perairan Pantai The Nusa Dua.

Petugas melihat objek dari kejauhan di area tengah laut yang menyerupai sirip ikan. Namun, tidak ada kepanikan maupun situasi yang mengganggu keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Agus mengatakan, fenomena serupa pernah terjadi di tahun 2013 dan 2019. Saat itu, hiu jenis blacktip terlihat mendekati perairan pantai, karena mengikuti jalur plankton dan pergerakan ikan kecil.

Blacktip merupakan jenis hiu tidak berbahaya yang cenderung pemalu dan menghindari manusia.

“Hiu jenis yang dimaksud dalam pemberitaan sebenarnya tidak berbahaya karena tidak memangsa manusia tetapi makanan utama mereka adalah ikan-ikan kecil, cumi-cumi, dan krustasea,” jelasnya.

Kemunculan hiu tersebut justru menjadi pertanda bahwa ekosistem perairan Nusa Dua terjaga dengan baik.

Agus Dwiatmika mengatakan, saat ini pihak ITDC, Polairud dan Balawista terus melakukan pemantauan dan pengecekan secara berkala. Terutama, di area pantai untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan.

“Jika ada perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan secara berkala apabila terdapat informasi terbaru yang telah terverifikasi,” jelas Agus Dwiatmika. (Way)