ITB STIKOM Bali Buka Suara, Lembaganya Disebut Menipu Calon PMI

oleh
Jajaran rektorat ITB STIKOM Bali dan pihak Yayasan Widya Dharma Santhi menyampaikan keterangan terkait isu penipuan calon PMI - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – ITB STIKOM Bali dikaitkan dalam pengaduan masyarakat ke Polresta Denpasar oleh calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dumas teregistrasi dengan Nomer: Dumas/160/V/2025/SPKT/Polresta Dps/Polda Bali terhadap teradu berinisial GAW. Kerugiannya mencapai Rp 47.000.000.

Rektor ITB STIKOM Bali Dadang Hermawan mengatakan, pihaknya seolah-olah yang mengirimkan calon PMI ke luar negeri.

“Kami hanya melakukan fungsi pendidikan di perguruan tinggi di bawah Yayasan Widya Dharma Shanti,” kata Dadang Hermawan, Sabtu, 17 Mei 2025.

Dirinya tidak menampik, PT Widya Dharma Sidhi (WDS) adalah salah satu perusahaan dibawah STIKOM Bali Group. Perusahaan itu menjalankan program magang kuliah di Jepang dan Taiwan sambil kerja. Selanjutnya, PT WDS sebagai anak Perusahaan mengembangkan program dengan bekerjasama bersama PT RCK yang berada di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kerjasama tersebut dibatasi pada pemberian dana talangan bagi Mahasiwa ITB STIKOM Bali yang akan berangkat ke luar negeri. Dalam hal ini, Dadang mengatakan, posisi ITB STIKOM Bali sebagai Perguruan Tinggi tempat kuliah mahasiswa calon PMI dan PMI yang bekerja di luar negeri.

“Dengan berstatus sebagai mahasiswa ITB STIKOM Bali ada dana talangan yang akan diberikan mereka akan berangkat ke Luar Negeri melalui PT WDS. Tapi kami tidak memaksa kepada calon PMI untuk bergabung dulu sebagai mahasiswa,” jelas Dadang.

Untuk menjalankan program Kerjasama itu, PT RCK mengangkat GAW sebagai staf operasional dengan tugas melakukan proses rekrutmen calon peserta di wilayah di Bali. Para calon PMI diberikan persyaratan termasuk jumlah dan biaya yang harus dipenuhi.

Dadang mengatakan, jumlah calon PMI yang telah direkrut sebanyak 22 orang dan 2 orang telah berhasil diberangkatkan kelLuar negeri. Selebihnya ada yang mengundurkan diri dan dananya direfund, dan ada yang menunggu proses keberangkatan.

Disebutkan, ada dua jenis dana yang disetorkan oleh para calon PMI yaitu untuk biaya pendidikan di ITB STIKOM Bali dan untuk biaya keberangkatan ke luar negeri yang difasilitasi oleh PT RCK melalui GAW.

Dari jumlah dana yang telah diterima di rekening pribadi GAW, ada sebagian besar telah disetor ke PT RCK untuk biaya pemberangkatan calon PMI ke luar negeri. Dalam slip pemindahan dana, jumlah transfer sejumlah Rp25 juta dikirimkan kepada GAW pada 9 Mei 2023.

“Tapi ada beberapa diantara calon PMI tersebut yang tidak mau menunggu waktu keberangkatan dan meminta refund. Ada 6 orang telah selesai direfund dananya. Tapi, menurut saudara GAW, pelapor memang terus menanyakan kapan berangkat,” jelasnya.

Oleh GAW, calon PMI pelapor berinisial RMB itu dijanjikan berangkat di bulan Juli 2025 setelah visanya keluar. Dadang mengungkapkan, PT WDS saat ini menghentikan kerjasama pengiriman calon PMI ke luar negeri.

“Sudah 2,5 tahun kerjasama dengan PT RCK sekarang stop dulu,” ujar Dadang Hermawan. (Way)