KORANJURI.COM – Indonesia menginisiasi peringatan Hari Martabat Manusia atau Human Dignity. Hal itu disampaikan Menkumham Yasonna Laoly saat menghadiri konferensi yang diselenggarakan oleh Pusat Internasional untuk Studi Hukum dan Agama Universitas Brigham Young, di Inggris.
Upaya untuk menggalang dukungan global itu disampaikan Yasonna saat menjadi pembicara utama di Universitas Oxford. Menurutnya, resolusi PBB akan memberikan pengakuan atas martabat manusia sebagai hak asasi manusia yang paling fundamental.
“Persepsi yang berbeda tentang martabat manusia tidak menghapuskan fakta bahwa semua individu berhak diperlakukan secara terhormat, terlepas dari latar belakang, ras, jenis kelamin, atau status sosial seseorang,” kata Yasonna, Kamis, 27 Juli 2023.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan prioritas pelindungan HAM yang ditujukan pada kelompok paling rentan dan terpinggirkan. Kelompok ini termasuk orang lanjut usia, anak-anak, perempuan, fakir miskin, dan penyandang disabilitas.
Menurut Yasonna, tindak lanjut dari konferensi Oxford tersebut, Indonesia akan menjadi tuan rumah ‘Konferensi Internasional tentang Literasi Agama Lintas Budaya’ bekerja sama dengan Brigham Young University Law School, Sekretariat Internasional Kebebasan Beragama, dan Templeton Religion Trust. Kegiatan akan digelar pada 13 -14 November 2023 di Jakarta. (Bob)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
