HUT Ke-60 SMPN 1 Selemadeg Tabanan, SMSI Paparkan Literasi Media di Era Digital

oleh
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tabanan menggelar workshop ' Literasi Media di Era Digital' (pembelajaran, tantangan, dan peluang) berlangsung di Aula SMPN 1 Selemadeg, Tabanan, Kamis (25/7/2024) - foto: Ist

“Ada tiga periode literasi. Yang pertama lisan. Kemudian yang kedua aksara, tulis, cetak, dan kapitalisme cetak. Dan yang terkini digital dan medsos. Di sinilah anak-anak mesti memanfaatkan ruang digital ini untuk meningkatkan minat baca dan kompetensi menulis,” saran Artika yang juga Pegiat Gerakan Literasi Akar Rumput pada Komunitas Desa Belajar Bali.

Di sesi berikutnya Penanggung Jawab Suara Tabanan Visual Wayan Ariasa menekankan kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman literasi digital dan cara menulis berita terutama untuk anak-anak SMP di Kecamatan Selemadeg Raya.

“Teknologi dengan basis android sekarang ini sangat pesat menggempur kita. Maka di sini kita ingin memberikan sharing edukasi terhadap anak-anak, guru-guru, bagaimana mampu menyimak, memahami, dan kemudian menerjemahkan informasi yang memang perkembangannya sangat pesat,” papar Wayan Ariasa.

Menjawab pertanyaan dari peserta terkait “post truth” atau kebenaran palsu, Ariasa mengatakan bahwa banyak ancaman dan informasi bohong atau hoaks yang bertebaran terutama di media sosial, maka siswa harus diliterasi agar bisa menyaring informasi dengan benar dan yang bertanggung jawab.

“Ini yang menarik, sebetulnya ancaman di media sosial dan pengaruhnya di rumah tangga kita. Terutama fenomena mereka tidak bisa membedakan mana yang benar, mana yang salah, dan seterusnya sehingga banyak kejadian mereka tertipu karena tergiur dengan sesuatu yang tampak sangat indah, sangat mewah, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Ia menilai pola hidup konsumtif juga memengaruhi. Jika masyarakat salah memilih dan kalau tidak mendapatkan edukasi sejak dini tentang kemajuan teknologi ini, akan menjadi bumerang di tengah-tengah masyarakat. Jadi sebelum di-sharing, informasi tersebut harus disaring terlebih dahulu kebenarannya.

“Kita mutlak perlu tahu bagaimana cara menyaring berita itu, kebenarannya seperti apa dan aktualitasnya seperti apa,” tutup Wayan Ariasa. 

Di akhir acara Bupati Tabanan Dr Komang Sanjaya menyambut positif dan memberikan apresiasi kegiatan workshop ini.

“Di Tabanan ini banyak orang pintar. Guru Besar dan Profesor banyak berasal dari Tabanan. Dengan literasi digital ini saya yakin anak-anak ini cerdas dalam memahami. Saya berharap nantinya bisa memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk membuat konten dan informasi yang menarik, mengangkat sisi baik dari program pembangunan menuju Tabanan Era Baru,” kata Sanjaya. (*)