HPN 2026: Wartawan Purworejo Hijaukan Heroes Park, Dukung Transformasi Jadi Kebun Raya

oleh
Aksi peduli alam berupa penanaman pohon menandai peringatan HPN Tahun 2026 di Kawasan Heroes Park Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus HUT ke-80 PWI, insan pers di Kabupaten Purworejo memilih cara yang tidak biasa untuk merayakannya. Bukan sekadar seremonial, para wartawan melakukan aksi nyata penanaman pohon di kawasan Heroes Park Purworejo, Senin (09/02/2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian alam dan ketahanan pangan, sekaligus menyambut transformasi Heroes Park menjadi Kebun Raya berkelas dunia.

Pada momen ini juga digelar tasyakuran sederhana, dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya DLHP, DKPP, Dinas Kominfostasandi, mahasiswa UKM Jurnalistik Prodi Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR).

Selain pemotongan tumpeng, fokus utama acara adalah penanaman pohon dan tanaman obat jenis Cabe Jawa. Para wartawan bersama mahasiswa juga diajak berdiskusi serta mengelilingi kawasan Heroes Park yang sedang dikembangkan menjadi Kebun Raya oleh DLHP.

Ketua PWI Purworejo, Aris Himawan, menyebut peringatan HPN Tahun 2026 sengaja dikemas sederhana, tetapi sarat makna. Penanaman pohon diharapkan mampu menguatkan komitmen insan media dan pihak-pihak terkait untuk turut mendukung upaya pelestarian alam serta ketahanan pangan masyarakat.

“Kami juga mengajak mahasiswa UKM Jurnalistik dan mahasiswa dari Fakultas Pertanian UMPwr agar nantinya bisa melakukan perawatan tanaman tersebut dan diharapkan semakin memperindah kawasan Heroes Park,” sebutnya.

Kepala DLHP Purworejo, Wiyoto Harjono, menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Heroes Park sebagai lokasi kegiatan. Kawasan tersebut merupakan salah satu aset yang dikelola DLHP Kabupaten Purworejo dengan luas kurang lebih 10,46 hektare, berlokasi di Kelurahan Kedungsari Kecamatan Purworejo.

Menurutnya, pada tahun 2024 DLHP telah menyiapkan master plan pengembangan Kebun Raya Heroes Park. Penyusunan konsep pengembangan kawasan ini dilakukan dengan pendampingan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Visi kebun raya ini adalah menjadi kebun raya berkelas dunia dengan tema etno botani, yang berbasis pada keunikan etnis dan kekayaan hayati Purworejo, khususnya dari wilayah Perbukitan Menoreh dan Bumi Bagelen,” jelasnya.

Diungkapkan, untuk tahap awal, pada tahun 2025–2026 DLHP akan fokus pada pengumpulan dan kurasi koleksi tanaman. Sementara pembangunan fisik direncanakan pada 2027–2028.

Saat ini, telah teridentifikasi sekitar 70 jenis tanaman eksisting, termasuk nyamplung. Pada zona tanaman obat, telah ditanam jahe, kencur, empon-empon, serta Cabai Jawa.

“Tidak semua tanaman bisa menjadi koleksi kebun raya. Ada proses kurasi dan kajian ilmiah yang kami lakukan bersama tim taksonomi dan pendamping dari badan riset,” ungkapnya.

Lebih lanjut Wiyoto memaparkan pembagian zona dalam pengembangan kawasan Heroes Park.

Selain zona yang sudah berjalan seperti zona taman dan camping ground, ke depan akan dikembangkan berbagai zona tematik, antara lain zona tanaman obat, tanaman pangan, tanaman toponim (nama-nama tempat yang berasal dari nama tanaman), zona anggrek, pisang-pisangan, bambu-bambuan, hingga zona hutan.

“Pembagian zona ini tidak hanya untuk keindahan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat,” paparnya.

Apresiasi Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Kominfostasandi Purworejo, Ganis Pramudito, mengapresiasi langkah inovatif PWI.

Menurutnya, aksi ini membuktikan bahwa pers bukan hanya mitra dalam penyebaran informasi, tetapi juga mitra strategis dalam aksi nyata pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Hari ini bukan sekadar seremonial, tapi ada aksi nyata yang diwujudkan dalam upaya pelestarian lingkungan,” ujar Ganis. (Jon)