Hari Batik Nasional, Siswa SMK Terpadu Ash-Shiddiqiyyah Berjan Hasilkan Karya Batik Tulis

oleh
Siswa SMK Terpadu Ash-Shiddiqiyyah Berjan, Purworejo dengan hasil karya batik tulis mereka - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Memperingati Hari Batik Nasional 2023, SMK Terpadu Ash-Shiddiqiyyah Berjan, Purworejo melakukan Gelar Karya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) bertema Kearifan Lokal dengan menampilkan hasil karya Batik Tulis, Senin (02/10/2023).

Dalam Gelar Karya P5 ini, diikuti siswa kelas X dan XI. Aneka motif batik tulis ditampilkan dalam kegiatan ini, yang dalam proses pelaksanaannya dilakukan secara berkelompok.

Menurut Kepala SMK Terpadu Ash-Shiddiqiyyah Berjan, Purworejo melalui Retno Wulandari, S.Pd selaku guru pendamping siswa, dalam kegiatan P5 ini pada dasarnya untuk membentuk pelajar yang berkarakter dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.

“Kegiatan P5 ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar dari lingkungan sekitar, salah satunya yaitu kearifan lokal,” jelas Retno.

Dalam P5 ini, kata Retno, siswa dilatih untuk membuat batik tulis supaya mereka mampu menciptakan kreasi batik sebagai wujud memperkenalkan warisan budaya bangsa Indonesia.

Menurutnya, perkembangan batik berjalan selama berabad-abad, sehingga melahirkan corak yang berbeda-beda serta khas di setiap daerahnya .

“Ada beberapa tahap dalam pembuatan batik tulis ini,” ungkap Retno.

Proses pembuatan batik tulis ini, jelas Retno, yang pertama dilakukan siswa adalah dengan membuat motif batik di kertas. Kemudian siswa menjiplak motif batik di atas kain katun primisima sesuai dengan tata letak yang sudah disepakati.

Setelah menjiplak motif, dilanjutkan menggoreskan malam (lilin) yang sudah mencair dengan menggunakan canting, tepat pada gambar sesuai dengan motif batik.

Setelah proses mencanting motif batik pada kain sudah selesai, siswa bisa melanjutkan dengan mewarnai pada motif batik tersebut dengan teknik mencolet menggunakan pewarna remasol. Teknik mencolet dipilih bertujuan menghasilkan banyak macam warna.

“Dalam mewarna batik ini harus berhati-hati dan teliti, karena proses pewarnaan ini dilakukan secara langsung pada kain menggunakan kuas sesuai dengan motif batik,” terang Retno.

Disampaikan pula, proses pewarnaan batik ini tidak boleh ada yang menumpuk atau menyeberang ke motif yang lain. Agar pewarna bisa maksimal dan bagus perlu diperhatikan pada proses mencanting tadi harus benar-benar tembus pada kain dan tidak ada yang putus garisnya pada waktu mencanting.

“Selanjutnya kain di fiksasi atau penguncian warna menggunakan waterglass. Jika sudah kering bisa dilakukan ke tahap terakhir yaitu proses melorot. Melorot adalah menghilangkan malam pada kain,” pungkas Retno. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS