KORANJURI.COM – PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) kini telah berusia 77 tahun. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, PGRI tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi profesi yang bersifat unitaristik, independen, dan nonpartisan.
Hal itu disampaikan Wabup Purworejo Hj Yuli Hastuti, S.H., saat menghadiri Resepsi HUT PGRI ke 77 dan Hari Guru Nasional tahun 2022 tingkat Kabupaten Purworejo di aula PGRI setempat, Sabtu (10/12/2022).
Menurut Wabup, PGRI mempunyai peranan yang strategis dalam reformasi pendidikan nasional dan mendukung berbagai program pemerintah daerah. Terutama dalam mewujudkan percepatan pencapaian sumber daya manusia karena guru memiliki peran krusial menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kata Wabup, tentunya perlu ada peningkatan kualifikasi, kompetensi, serta kesejahteraan guru, yang kesemuanya itu akan terus diupayakan oleh pemerintah.
“Saya mengharapkan adanya sinergitas dan keselarasan program kerja PGRI dengan arah kebijakan pembangunan pendidikan pemerintah daerah,” ujar Wabup.
Dia juga berharap, HUT ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2022 ini menjadi momentum bagi guru untuk menguatkan komitmen, bekerja lebih baik lagi, lebih berdisiplin, dan lebih profesional lagi di tahun-tahun berikutnya.
“Semoga seluruh guru di Kabupaten Purworejo tetap ikhlas, penuh semangat, dan tidak pantang menyerah dalam mencerdaskan dan membimbing anak bangsa, demi membentuk generasi yang berakhlakul karimah,” kata Wabup.
Dalam resepsi yang dihadiri seluruh jajaran pengurus PGRI Kabupaten Purworejo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo Wasit Diono, S.Sos., serta segenap tamu undangan lainnya, Wabup yang didampingi Ketua PGRI Irianto Gunawan, S.Pd., berkesempatan menyerahkan hadiah bagi pemenang sejumlah lomba yang digelar PGRI.
Drs Eko Partono, M.M.Pd., selaku Wakil Ketua PGRI dan Ketua Panitia Kegiatan dalam laporannya menyebut, dalam memperingati HUT PGRI ke 77, dari PGRI Kabupaten Purworejo mengadakan berbagai kegiatan, diantaranya Diklat Digital School Bootcamp, Penulisan Artikel Populer, lomba Bola Voli, Seminar Pendidikan, lomba Nyanyi Tunggal.
“Juga ada lomba mewarnai tingkat TK/PAUD, paduan suara, Badminton, donor darah, sosialisasi DKGI dan LKBH, senam PGRI, jalan sehat, tari kreasi baru, malam tasyakuran serta Resepsi,” ungkap Eko.
Terpisah, Irianto Gunawan menjelaskan, bahwa PGRI akan terus memperjuangkan guru honorer yang ada di Purworejo khususnya untuk diangkat menjadi P3K. Di tahun 2022, sudah ada 1.559 guru SD dan SMP yang diangkat P3K. Dan di tahun 2023, ada formasi P3K untuk SD dan SMP sejumlah 1.333.
Saat ini, ungkap Irianto Gunawan, tinggal sekitar 600 an guru yang belum diangkat P3K karena belum memenuhi syarat. Paling banyak dari SMP, karena untuk mata pelajaran-mata pelajaran ada yang belum tercover, salah satunya bahasa Inggris.
“Kalau di SD, yang belum tercover Pendidikan Agama. Kita menekankan pada Kemenag agar bersinergi dengan Pemda agar nantinya formasi guru agama ini bisa terpenuhi, untuk membuat pondasi bahwa anak-anak harus Berakhlakul Karimah, sehingga langkah apapun yang dilakukan pasti dilandasi dengan iman,” kata Irianto Gunawan.
Di tahun 2022 ini, jelas Irianto Gunawan, dari PGRI Purworejo memiliki program baru. Sebagai solidaritas bagi guru yang umurnya 60 tahun dan tidak sempat menjadi ASN, PNS ataupun P3K, mendapat tali asih sesuai dengan masa kerjanya. Begitu pula dengan PTT, mendapatkan tali asih pada saat sudah berumur 58 tahun.
“Dana ini berasal dari sumbangan anggota perbulan Rp 2 ribu, yang kini sudah terkumpul Rp 200 an juta. Kalau sudah terkumpul banyak, kita akan merubah ADRT supaya tali asih yang diberikan semakin meningkat,” pungkas Irianto Gunawan. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





