Guru SMK Kesehatan Purworejo Ikuti Pelatihan Manajemen Kelas

oleh
Puluhan guru di SMK Kesehatan Purworejo mengikuti Pelatihan Manajemen Kelas, Kamis (03/08/2023) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Untuk meningkatkan pelayanan guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, puluhan guru di SMK Kesehatan Purworejo mengikuti Pelatihan Manajemen Kelas, Kamis (03/08/2023).

Dalam manajemen kelas ini, meliputi pembelajaran sosial emosional, ice breaking di kelas, pembentukan atau pembuatan kesepakatan dan keyakinan kelas, membangun bonding dengan siswa, pembentukan atau pembuatan kesepakatan dan keyakinan kelas serta penanganan ketika muncul kasus dikelas.

Arini Fadhilah, S.Pd., selaku Waka Kesiswaan menyebut, bahwa tadinya pelatihan tersebut hanya ditujukan kepada wali kelas, karena memang salah satu ranahnya berhubungan dengan bonding siswa.

“Dalam pelatihan ini, ada tiga pemateri. Dari kepala sekolah menyampaikan tentang visi misi sekolah, Waka Kesiswaan mengenai ranah kebinaan kesiswaan serta program-program kesiswaan yang berhubungan dengan guru dan siswa serta pemateri dari psikolog Dwi Susi Herawati, S.Psi,” jelas Arini.

Harapannya dari kegiatan tersebut, kata Arini, seluruh guru SMK Kesehatan Purworejo mampu memiliki manajemen kelas yang baik sehingga meningkatkan pelayanan guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas.

Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S.Sos., M.Pd., mengapresiasi dengan kegiatan pelatihan yang diinisiasi Waka Kesiswaan ini, karena berkaitan dengan bagaimana menghadapi tantangan-tantangan SMK Kesehatan Purworejo pasca akreditasi.

“Ada dua tantangan dalam hal ini, yakni mempertahankan nilai akreditasi tetap pada posisi A serta 4-5 tahun mendatang tetap mempertahankan jumlah penerimaan siswa baru kita diangka 150,” jelas Nuryadin.

Salah satu untuk mempertahankan jumlah siswa ini, menurut Nuryadin, dengan pelayanan KBM (kegiatan belajar mengajar). Dengan adanya pelatihan ini diharapakan bapak ibu guru, wali kelas dan BP lebih dekat lagi dengan anak, lebih bisa mendekati anak-anak dari hati ke hati.

“Jadi sekarang ini, bagaimana kebutuhan psikologis anak terpenuhi, sementara mungkin di rumah kurang terpenuhi. Dan itu bisa mereka dapatkan di sekolah. Sehingga itu nanti menjadi keunggulan sekolah kita, selain konsep sekolah yang menerapkan pendekatan multiple intelegence,” pungkas Nuryadin. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS