KORANJURI.COM – Ekonomi Kerthi Bali mendapatkan apresiasi dari Universitas Trisakti. Gagasan Gubernur Bali Wayan Koster itu berbuah penghargaan nasional yakni, ‘Sustainability Leadership Award’.
Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, lembaga pendidikan tinggi itu melihat, Wayan Koster sebagai pemimpin daerah, mampu membangkitkan ekonomi Ekonomi Kerthi Bali di tengah keterpurukan perekonomian akibat Pandemi Covid-19.
Universitas Trisakti juga memberikan apresiasi kepada Ketua Kelompok Petani Garam Sarining Segara Klungkung, PT. Impack Pratama Industri, Tbk, dan Kerthi Bali Research Centre.
“Atas semua kegiatan yang baik ini, yang didukung Peraturan Daerah sebagai payung kegiatan, maka kami memberikan apresiasi kepada Gubernur Bali Wayan Koster berupa penghargaan ‘Sustainability Leadership Award’,” kata PJs. Rektor Universitas Trisakti, Prof. Kadarsah Suryadi, Senin, 5 Juni 2023.
Gubernur Bali Wayan Koster bersama PJs. Rektor Universitas Trisakti, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA., juga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov Bali dengan Universitas Trisakti untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Provinsi Bali.
Kadarsah Suryadi mengatakan, pihaknya mengamati kinerja pemimpin di Indonesia pasca 2 tahun pandemi. Covid-19 memberikan dampak penurunan kualitas kesehatan, penurunan di segala sektor perekonomian hingga berakibat terjadinya masalah sosial.
Sebelum penghargaan diberikan, kata Kadarsah, serangkaian kegiatan sudah dilakukan sejak Februari 2022. Observasi lapangan dilakukan untuk melihat implementasi konsep Ekonomi Kerthi Bali yang didukung oleh akademisi, kalangan bisnis, komunitas dan pemerintahan.
“Penghargaan ‘Sustainability Leadership Award’ sebagai bentuk dukungan atas implementasi konsep Ekonomi Kerthi Bali dan dukungan atas percepatan tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Kadarsah.
Sementara, Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan, covid-19 pertama kali ditemukan di Bali pada 10 Maret 2020 yang menjangkiti warga negara asing. Kemudian, kata Gubernur, tahun 2021 merebak varian delta, dan terus berkembang sampai lebih dari dua tahun.
“Saya bekerja ekstra keras menangani Pandemi covid-19 bekerjasama dengan Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Bupati/Walikota, Camat, Desa Dinas/Kelurahan, hingga Desa Adat
dengan memberlakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),” jelas Gubernur.
Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, Bali lebih dulu menerapkan kondisi darurat covid-19. Atau, sebelum pemberlakuan kebijakan PPKM secara nasional.
Gubernur mengungkap, jika dirinya mendapat desakan untuk menerapkan lockdown. Namun, dirinya berpendapat, kebijakan penghentian total aktifitas masyarakat tidak tepat.
“Saya juga terlebih dahulu menerapkan
Pengendalian covid-19 berbasis Desa Adat,” jelasnya.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pandemi covid-19 memberikan pelajaran penting untuk memecahkan masalah yang belum pernah ada teorinya. Koster juga mendapatkan paradigma baru bahwa ekonomi Bali ke depan tidak lagi bergantung pada dominasi satu sektor saja, pariwisata.
Namun ekonomi Bali yang bertransformasi melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali dengan 6 sektor unggulan yakni, pertanian dengan pertanian organik, sektor kelautan dan perikanan, industri manufaktur dan industri budaya branding Bali, sektor IKM, UMKM dan Koperasi, sektor ekonomi kreatif dan digital serta sektor pariwisata. (Way)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





