KORANJURI.COM – Mengisi kegiatan Ramadhan 1444 H, SMPN 13 Purworejo menggelar kegiatan Pesantren Kilat, yang dilaksanakan selama tiga hari, dari Rabu (12/04/2023) hingga Jum’at (14/04/2023), yang diikuti semua siswa dari kelas 7, 8 dan 9.
Dalam pesantren kilat ini, model pelaksanaannya dibagi menjadi dua, ada yang klasikal dan paralel. Untuk yang klasikal, dilaksanakan kelas perkelas. Sedangkan yang paralel, dilakukan secara keseluruhan. Keduanya, dilakukan secara bergantian. Siswa sendiri berpakaian muslim layaknya santri di pondok.
Menurut Muhammad Zaenal Nasikhin, S.Pd., selaku guru PAI, beragam materi disampaikan selama pesantren kilat, meliputi akidah, akhlak, ibadah sehari-hari (sholat), keistimewaan bulan Ramadhan, sejarah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, yang bertujuan agar siswa lebih termotivasi dalam mempelajari dan memperjuangkan agama Islam.
“Juga disampaikan materi tentang kisah-kisah dalam Al Qur’an, supaya bisa menjadi suri tauladan atau contoh yang baik di kehidupan bagi siswa,” jelas Zaenal, Kamis (13/04/2023).
Karena bulan Ramadhan, kata Zaenal, dengan adanya pesantren kilat, agar siswa bisa mengisi dan memanfaatkan waktu dengan baik. Setiap pagi, selalu dilakukan tadarus dan sholat Dhuha.
“Tujuan dari pesantren kilat, untuk meningkatkan iman dan taqwa siswa agar kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang endingnya bisa sukses dunia dan akhirat,” ungkap Zaenal.

Kepala SMPN 13 Purworejo Achmad Yulianto, S.Pd., menyebut, pelaksanaan pesantren kilat kali ini dikemas dalam bentuk berbeda dibanding tahun sebelumnya, dengan menghadirkan suasana pondok pesantren.
“Jadi semua guru terlibat dengan materi-materi tersebut, namun lebih banyak pada praktek, khususnya dalam sholat dan membaca Al Qur’an. Dalam praktek baca Al Qur’an, bagi siswa yang mahir bisa mengajarkan kepada yang belum mampu, dengan model satu membaca lainnya menyimak,” jelas Yulianto, yang juga menjadi pemateri dalam pesantren kilat.
Dalam penyampaian materi, kata Yulianto, modelnya juga tidak harus dengan ceramah, tapi bervariasi. Misal dengan melihat video, diskusi, dengan permainan atau lainnya. Suasanapun dibuat nyaman dan menyenangkan seperti di pondok pesantren, sehingga tak ada jarak antara guru dan murid.
“Jadi lebih menitikberatkan pada praktek. Harapannya, supaya siswa betul-betul menjadi pribadi muslim yang sepenuhnya, bahagia dan tahu apa yang harus diperbuat supaya bermanfaat untuk dirinya dan masyarakat,” terang Yulianto.
Teguh Winarso, S.Pd., M.Pd., selaku Waka Kesiswaan menambahkan, kegiatan pesantren kilat merupakan bagian dari kegiatan Gebyar Ramadhan di SMPN 13 Purworejo, yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan.
Kegiatan ini, kata Teguh, diawali dengan buka puasa bersama yang dilaksanakan oleh kelas yang berinisiatif melaksanakannya, yaitu perwakilan kelas IX B, dan telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di mushola.
Disela-sela pelaksanaan pesantren kilat, Teguh menyebut ada penerimaan zakat fitrah. Siswa, dengan bimbingan guru mengucapkan niat dan didoakan dalam penerimaan zakat, yang rencananya akan disalurkan pada Senin (17/04/2023) dan Selasa (18/04/2023) dengan sasaran siswa SMPN 13 Purworejo yang yatim, yatim piatu dan kurang mampu, serta warga sekitar sekolah dan panti-panti.
“Namun sebelum disalurkan, zakat-zakat tersebut dikemas ulang dengan wadah/plastik berlogo sekolah,” jelas Teguh.
Kegiatan Gebyar Ramadhan, akan diakhiri dengan pemberian santunan bagi anak-anak yang tidak mampu dan diperuntukkan bagi siswa. Program santunan ini bersumber dana dari dana sosial siswa, serta iuran dari bapak ibu guru. Rencananya, pemberian santunan akan dilakukan Selasa (18/04/2023).
“Dengan adanya kegiatan Gebyar Ramadhan ini, setidaknya anak-anak punya wawasan/gambaran tentang Islam. Karena sebagian besar anak kami kurang memahami tentang Islam itu sendiri, misal dalam hal sholat,” pungkas Teguh. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





