KORANJURI.COM – KEK Kura Kura Bali terus memperkuat posisinya sebagai kawasan ekonomi khusus yang tak hanya berkembang dari sisi investasi. Tapi, juga menghadirkan ruang bagi aktivitas komunitas.
KEK Kura Kura Bali melalui grand outlet Sira Village berkolaborasi dengan sejumlah komunitas lari, pilates, hingga fashion show.
Sunset Mandala Sira Village menjadi tuan rumah kegiatan Pilates for Charity yang digagas oleh Kelas Rawat Diri, sebuah kelas kebugaran dan pengembangan diri perempuan yang berbasis di Bali dan Kendari.
Acara ini menjaring sekitar 46 peserta yang ingin menjaga kesehatan sekaligus berkontribusi sosial dengan harga tiket yang sangat terjangkau, yakni Rp75.000.
Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali Tantowi Yahya menjelaskan visi di balik ekosistem kawasan.
“Sira Village dirancang sejak awal bukan sekadar sebagai pusat perbelanjaan bertaraf global, tapi ruang hidup yang membawa manfaat. Kami ingin kawasan ini menjadi wadah bertemunya berbagai inisiatif baik,” kata Tantowi Yahya, Kamis, 17 September 2026.
Penyediaan ruang bagi komunitas menurutnya, menjadi komitmen untuk memastikan kehadiran Sira Village di KEK Kura Kura Bali dapat memberikan nilai tambah dan menjadi kawasan inklusif untuk siapapun.
“Menjadi tempat di mana kepedulian sosial dapat tumbuh bersama pengalaman gaya hidup,” ujarnya.
Co-founder Kelas Rawat Diri Maryni Manga atau Rini menambahkan, Pilates for Charity lahir atas kondisi saat terjadi gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
“Video dari Rumah Sakit Aeramo di Nagekeo sangat menggugah. Kami merasa tidak perlu harus berangkat ke sana jika kami bisa berbuat sesuatu dari sini,” jelas Rini.
Maka dari itu, pihaknya menginisiasi kelas Pilates. 100% hasil penjualan tiket dan donasi sepenuhnya akan disumbangkan.
“Kita disambut baik oleh Sira Village, benar-benar tidak ada yang ribet untuk pengurusan ini,” ungkap Rini.
Melalui penjualan tiket dan donasi yang telah terkumpul, tim Kelas Rawat Diri kemudian menyalurkan bantuan tersebut kepada fasilitas kesehatan yang membutuhkan.
Pengumpulan donasi itu, kata Rini, telah dibelanjakan untuk perlengkapan medis seperti nebulizer untuk Puskesmas Tuanggeo, alat tes glukosa untuk Rumah Sakit Ruteng, serta pompa ASI, kantong ASI, dan bedong bayi untuk RSUD Aeramo.
Suksesnya acara tak lepas dari kolaborasi erat antar sesama komunitas di Bali. Kelas Rawat Diri menggandeng pelatih sukarelawan hingga tempat perawatan kecantikan. Serta, dukungan dari pihak tenant Sira Village.
Sementara, Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali Zefri Alfaruqy menambahkan, integrasi antara gaya hidup, wellness, dan aksi kemanusiaan merupakan wujud pemberdayaan komunitas.
Sinergi diharapkan dapat mewujudkan visi pengembangan kawasan yang harmonis sejalan dengan visi Pengembangan KEK Kura Kura Bali. Kemajuan pariwisata, gaya hidup sehat, dan kepedulian sosial dapat tumbuh dan berjalan beriringan.
“Kami menyambut baik sinergi komunitas dengan Sira Village di kawasan KEK Kura Kura. Kami berharap, Sira Village terus memperluas kapasitasnya menjadi ruang kepedulian sosial dan budaya dan akan tumbuh berdampak positif secara nyata bagi masyarakat luas,” jelas Zefri. (*/Way)
