Gantikan Energi Fosil, PLTS Gilimanuk Hemat 151 Kilo Liter BBM per Tahun

oleh
Penandatanganan kerjasama PLTS 100 GWp di Jembrana, antara PLN dan Pemerintah Provinsi Bali - foto: Ist.

KORANJURI.COM – PLTS 100 Gigawatt peak (GWp) yang berlokasi di Gilimanuk diproyeksikan mampu menghemat BBM sebanyak 151 kilo liter per tahun.

Proyek yang dilaunching oleh Presiden Prabowo Subianto itu membutuhkan investasi Rp 9,157 triliun.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, PLTS menggeser kelistrikan Bali dari menggunakan bahan bakar fosil beralih ke energi domestik.

Dari energi mahal menjadi energi yang murah, dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan, uni sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali,” jelas Darmawan di Jembrana, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, kebutuhan pembangkit listrik tenaga surya itu membutuhkan ketersediaan lahan mencapai 321 Hektar.

“Lahan jadi kunci program PLTS ini,” ujarnya.

Penggunaan energi bersih mendukung Pulau Bali sebagai destinasi wisata dunia. Energi hijau juga lebih andal dan ekonomis.

“Untuk itu, hari ini kami menandatangani program kerjasama. Akselerasi ini perlu kerjasama antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi,” jelas Darmawan.

Kebutuhan lahan untuk pembangkit listrik panel surya itu, kata Gubernur Bali Wayan Koster, akan menggunakan lahan milik negara yang tidak produktif.

Lahan milik negara itu akan dibebaskan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Menurutnya, kebutuhan mandiri energi dan energi bersih di Bali telah dituangkan dalam haluan pembangunan Bali 100 tahun.

Pemerintah Provinsi Bali merancang program mandiri energi dan energi bersih sejak 2019. Namun, karena pandemi covid-19, kata Koster, program itu tidak berjalan optimal.

PLTS Gilimanuk berlokasi di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Pembangunannya diproyeksikan selesai dalam tiga tahun ke depan. (Way)