Okeh karena itu, melalui kegiatan Ruwat Rawat Borobudur ke-22 tahun, dalam diskusi budaya yang ke-14 ini pihaknya mencoba menghubungkan antara Borobudur dan Purworejo.
Menurut Sucoro, di Purworejo itu salah satunya terdapat nilai-nilai sejarah yang amat penting yang bisa dilihat. Dan itu semua akan berkorelasi dengan nilai spiritual Borobudur.
Nilai spiritual oleh masyarakat banyak dipahami bahwa itu berkaitan dengan yang namanya agama, seperti sholat dan sebagainya. Padahal nilai-nilai penting Borobudur itu universal banget, tak hanya soal sholat, meditasi atau soal keberagaman yang lain.
“Tapi ada banyak sekali yang perlu diungkap dan bisa dikembangkan dijadikan destinasi wisata,” kata Sucoro.
Sekarang, sebut Sucoro, ada Badan Otorita Borobudur. Tentunya badan otorita tersebut jangan hanya bicara soal keindahan fisik dan lainnya. Tapi ada nilai-nilai religius, universal yang bisa disampaikan kepada masyarakat.





