KORANJURI.COM – Untuk menggali atau mengeksplorasi bakat minat dan kemampuan siswa dalam bidang seni, SMPN 1 Purworejo menggelar Parade Budaya Siswa. Kegiatan yang diikuti semua siswa dari kelas 7 dan 8 ini, berlangsung selama empat hari, dari Rabu (14/06/2023) hingga Sabtu (17/06/2022).
Parade Budaya Siswa dikemas dalam sebuah pertunjukan diatas panggung. Setiap kelas, diberi kebebasan untuk berkreasi dan berinovasi dalam bidang seni, baik itu menari, menyanyi, fashion show, teater, puisi atau lainnya. Dan setiap kelas, wajib menampilkan dua penampilan.
Kepala SMPN 1 Purworejo, Tuwuh Sutrisno, S.Pd., M.M.Pd., menyebut, dengan digelarnya Parade Budaya Siswa tersebut, membuat siswa merasa betah untuk tinggal di sekolah. Dengan siswa senang berada di sekolah maka kegiatan pembelajaran akan lebih menarik.
“Alhamdulillah, setiap kelas menyajikan penampilan-penampilan terbaiknya. Sebagai penutupan kegiatan ini, ada penampilan Star Band, yang beberapa waktu lalu meraih juara 2 tingkat kabupaten,” jelas Tuwuh, Sabtu (17/06/2023).
Selama empat hari pelaksanaan Parade Budaya Siswa, pada Jum’at (16/06/2023), diselingi dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti semua siswa dan guru, dengan rute lingkungan sekitar sekolah dengan menyusuri persawahan dan sungai. Kegiatan tersebut mempunyai maksud, mengenalkan siswa untuk cinta lingkungan.
Dan sepanjang perjalanan tersebut, kata Tuwuh, dibagikan semacam bingkisan kepada anak-anak SD, yakni di SD Ngupasan, SD Kliwonan serta SD Tirtojanan. Juga dilakukan pembagian bingkisan kepada abang becak dan orang-orang yang ditemui sedang bekerja di kebun atau di sawah.
“Tujuannya melatih siswa untuk saling berbagi, supaya mereka punya rasa syukur karena sudah selesai tes. Selain itu juga untuk menjalin keakraban dan promosi,” terang Tuwuh.
Dalam Parade Budaya Siswa ini, kata Tuwuh, juga dilakukan penilaian, meliputi, kreativitas dan partisipasi siswa dalam satu kelas. Dari hasil penilaian, diperoleh tiga penampil terbaik untuk masing-masing jenjang.
Untuk kelas 7, terbaik 1 diraih kelas 7D dengan tari kuda lumping, terbaik 2 7C dengan monolog dan terbaik 3 kelas 7A dengan tari kreasi. Untuk kelas 8, terbaik 1 kelas 8D dengan tari dolalak, terbaik 2 kelas 8A dengan fashion show dan terbaik 3 kelas 8F dengan fashion show. Para penampil terbaik ini mendapatkan hadiah dari sekolah.
Yang melatarbelakangi adanya kegiatan Parade Budaya Siswa ini, cerita Tuwuh, pada suatu saat ketika dirinya berkeliling ke kelas-kelas, dia melihat banyak potensi yang dimiliki mereka. Ada siswa memiliki keahlian main gitar (musik), bernyanyi maupun menari.
“Untuk mengaktualisasikan bakat anak-anak ini, sekaligus P5, kami buatkan panggung sebagai ajang kreasi mereka,” pungkas Tuwuh yang berharap, dengan adanya kegiatan ini akan tumbuh bibit-bibit seniman, sehingga besok kalau ada kegiatan di kabupaten, maupun lomba-lomba, dari sekolah sudah memiliki jalurnya. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





