Tantangannya adalah pengembangan serta penerapan diagnostik, terapi, dan vaksin yang aman dan efektif dilakukan dalam waktu maksimum 100 hari di tingkat global.
Menurut Menkes, hal itu dapat dicapai jika semua negara, baik negara berpenghasilan tinggi, menengah, maupun rendah, memiliki kapasitas untuk memproduksi atau memiliki akses yang sama terhadap vaksin, teraputik, dan diagnostik.
Terkait Jaringan Ilmuwan Global di Bidang Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, sebagai percepatan pengendalian dan pengumpulkan patogen yang muncul dan menyebar secara eksponensial, pengetahuan tentang upaya mitigasi perlu dikembangkan terlebih dahulu, dan kemudian dibagikan dengan cepat dan luas di antara para ilmuwan di seluruh dunia.
Oleh karena itu, kolaborasi interdisipliner dan lintas negara diperlukan untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi. Kolaborasi itu membutuhkan peningkatan kapasitas, kemitraan ilmiah, dan berbagi pengetahuan.
“Sangat penting untuk membangun dan memperkuat jaringan kolaboratif ilmuwan di bidang yang terkait dengan kedaruratan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
KORANJURI on GOOGLE NEWS





