KORANJURI.COM – Sanur Village Festival (SVD) ke-18 tahun ini kembali digelar di Muntig Siokan, Pantai Mertasari, Sanur, pada 7-9 November 2025. Tahun sebelumnya SVF digelar selama lima hari.
Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) Ida Bagus Gede Sidharta mengatakan, meski pelaksanaannya lebih singkat tapi pengunjung tak perlu khawatir mengikuti rangkaian acaranya.
Ada hiburan, kuliner, aktifitas lingkungan hingga wellness seperti yoga, juga Run to Sunfest.
“Kami juga menjajaki olahraga yang sedang populer seperti padel, serta menghadirkan seni instalasi dan lomba fotografi,” kata Sidharta, Kamis, 30 Oktober 2025.
Festival ini dirancang untuk memadukan keindahan budaya Bali dengan semangat kebersamaan melalui musik, kuliner, seni, budaya dan gaya hidup berkelanjutan.
Event ikonik kawasan pesisir Kota Denpasar ini mengangkat dan memperkenalkan potensi Sanur sebagai destinasi wisata unggulan.
“Tujuan festival ini digelar agar orang datang menikmati Sanur sekaligus mengenal destinasi lain di sekitarnya,” ujarnya.
Tahun ini, Sanur Festival mengangkat tema ‘Guna Dusun’. Tema itu terinspirasi dari karya sastra geguritan Selampah Laku karya tokoh spiritual Sanur Ida Pedanda Gede Made Sidemen.
Guna Dusun memiliki makna setiap orang dapat memberikan manfaat bagi daerah tempat mereka lahir dan hidup.
“Ini tentang bagaimana kita memberi sumbangsih terhadap daerah kita sendiri, tempat kita mencari kehidupan. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Pariwisata harus memberikan guna bagi Sanur,” kata Sidharta.
Sanur Village Festival menjadi wadah hiburan, melalui kreatifitas dan refleksi nilai-nilai sosial, budaya serta lingkungan.
“Sejak awal, Sanur Festival menjadi simbol bahwa Sanur tetap hidup, aman dan terbuka bagi siapa pun untuk berkarya,” jelasnya. (Way)
