KORANJURI.COM – Untuk mengedukasi siswa tentang dunia perbankan, SMK Kesehatan Purworejo menjalin kerjasama dengan Bank Shinhan Indonesia cabang Yogyakarta.
Kerjasama ditandai dengan penandatanganan MoU antara kedua belah pihak, Senin (27/12/2021), dihadapan para orangtua siswa, siswa, dan Komite Sekolah. Dari SMK Kesehatan Purworejo diwakili Nuryadin, S.Sos, M.Pd, selaku Kepala Sekolah, dan dari Bank Shinhan diwakili Frits Pambudi Nuryo, Branch Manager Bank Shinhan Indonesia cabang Yogyakarta.
Usai penandatanganan MoU, Nuryadin menyampaikan, bahwa penandatanganan kerjasama tersebut bersamaan dengan pembagian raport siswa, dan rapat Komite Sekolah.
“Sudah menjadi program sekolah, dimana dalam satu tahun, sekolah bertemu dengan para wali siswa di awal, di tengah dan di akhir tahun pelajaran. Seperti halnya saat ini, kita bertemu di tengah tahun pelajaran untuk pembagian raport,” ujar Nuryadin.
Tujuan dari penandatanganan MoU itu sendiri, menurut Nuryadin, untuk menghadapi globalisasi.
“Kita ini kan harus go internasional, anak-anak kita kirim kerja ke luar negeri, sehingga nanti mereka akan terbiasa melakukan transaksi dengan bank-bank internasional,” terang Nuryadin.
Yang kedua, kata Nuryadin, untuk membiasakan anak-anak menabung, untuk mempermudah ketika nanti mereka bekerja di luar negeri.
SMK Kesehatan Purworejo sendiri, sudah menjalin MoU dengan salah satu LPK Korea, sehingga diharapkan ada sinergi dari penandatanganan kerjasama ini.
“Saya melihat, program-program dari Shinhan Bank ini menarik. Ada misi pemberdayaan, selain kepentingan ekonomis, ada juga kepentingan-kepentingan sosial, edukasi, sehingga kami melihat persepsi, visi, filosofinya sama dengan sekolah,” ungkap Nuryadin.
Frits Pambudi Nuryo menambahkan, dalam kesempatan tersebut pihaknya juga melakukan sosialisasi, memperkenalkan produk-produk Shinhan, dimana produknya itu sama sekali tidak membebankan pada siswa atau orangtua siswa.
“Seperti contoh, ketika membuka tabungan tak ada setoran awal, tidak ada administrasi bulanan, sehingga yang namanya menabung itu harusnya bertambah, bukannya berkurang,” kata Pambudi.
Kemudian dalam hal digitalisasi, jelas Pambudi, dari Shinhan juga mengajarkan pada orangtua/wali murid, bagaimana memanfaatkan hp itu untuk menghasilkan uang, dari produk-produk Bank Shinhan.
Contohnya, ketika buka tabungan, tanpa setoran awal, tanpa biaya, tapi malah akan mendapatkan uang langsung Rp 50 ribu. Dan jika orangtua/wali murid itu aktif, mengajak kepada yang lainnya untuk buka tabungan, maka dia akan mendapatkan Rp 10 ribu lagi dari Bank Shinhan.
“Jadi kita semata-mata tidak mencari nasabah, tapi bagaimana mengajarkan masyarakat menabung yang baik dan benar. Menabung dalam arti selalu bertambah, bukannya berkurang,” ujar Pambudi.
Di samping itu, juga diberikan kemudahan bagi siswa dalam membayar SPP, juga dalam hal pembayaran gaji karyawan SMK Kesehatan Purworejo.
Bank Shinhan, jelas Pambudi, akan membantu lulusan SMK Kesehatan Purworejo, setelah lulus nanti akan kita gandengkan dengan nasabah Bank Shinhan, dimana nanti di awal tahun depan itu sudah bekerjasama dengan salah satu PJTKI yang sudah berpengalaman, untuk mengirim siswa SMK Kesehatan Purworejo ke Finlandia dan Jerman.
“Mudah-mudahan di awal tahun ada MoU antara SMK Kesehatan Purworejo dengan PJTKI tersebut,” harap Pambudi.
Dipilihnya kerjasama dengan SMK Kesehatan Purworejo, menurut Pambudi, karena pihaknya mau memberikan literasi/pendidikan, tak hanya kepada siswa, tapi juga kepada orangtua. Kalau di kota-kota besar, kemungkinan mereka akan tertarik dengan bank-bank besar. Padahal bank besar belum tentu baik.
“Harapannya kedepan, wali murid mau membuka tabungan di Bank Shinhan, dengan bunga cukup besar, rata-rata 2,5 persen di atas semua bank tanpa biaya, transaksi gratis,” kata Pambudi.
Sugiyono, salah satu anggota Komite Sekolah berharap, dengan penandatanganan MoU tersebut, akan membawa hal-hal yang bermanfaat, terutama bagi siswa, atau lebih luas lagi.
Sebagai salah satu komite, menurut Sugiyono, tentu akan mendorong kerjasama yang baik ini, kedepan akan lebih bisa berkembang, dan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya, baik kepada sekolah maupun civitas akademika SMK Kesehatan Purworejo.
“Kita sudah diberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan diselenggarakan kedepan, dan kita lihat semuanya positif,” kata Sugiyono.
Menurutnya, sebagai komite, pihaknya memikirkan tentang kedepan, yang akan dihadapi di dunia pendidikan, termasuk bekal apa yang harus dimiliki oleh siswa. Oleh karena itu, ini juga diajarkan semacam literasi dan juga inklusi tentang dunia perbankan, yang tentu akan sangat erat hubungannya dengan dunia ekonomi kedepan dan dunia kerja bagi siswa ketika kelak dia sudah di dunia kerja.
“Dan juga termasuk bagaimana dia berinteraksi terhadap masalah ekonomi,” pungkas Sugiyono. (Jon)
