KORANJURI.COM – Dua orang berkewarganegaraan asing nyaris jadi korban pemerasan. Kasus itu terjadi di kawasan Pecatu, Kuta Selatan, saat korban hendak pulang ke vila yang ditinggalinya, Sabtu (3/10/2026) dini hari.
Korban Salvador Teixeima Gomes (23/pria) asal Portugal dan Paulina MJ (31/perempuan) asal Polandia sempat mengalami kekerasan dari para pelaku.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, pelaku merusak mobil korban dan sempat melakukan penganiayaan.
“Modus yang dilakukan pelaku seolah-olah jadi korban karena ditabrak oleh mobil yang dikemudikan WNA, padahal dari keterangan saksi dan pengecekan di lokasi tidak ditemukan bukti pelaku ini ditabrak,” kata Gede Adi, Senin, 5 Oktober 2026.
Dari laporan polisi dan keterangan saksi-saksi, diketahui saat kejadian, para WNA tersebut jumlahnya berlima dalam satu mobil, dengan satu perempuan yang jadi korban kekerasan fisik.
Empat orang lainnya laki-laki, termasuk pengemudi Salvador Teixeima Gomes, korban yang membuat laporan polisi.
Saat itu, kata Gede Adi, korban bertemu tiga orang yang terlihat menghalangi jalan. Korban membunyikan klakson dan mendahului tiga orang yang ada di depannya.
“Mereka sempat melempar batu ke arah mobil korban dan terjadi adu mulut. Para terduga pelaku juga sempat meminta uang Rp20 juta karena mengaku salah satu dari mereka ada yang ditabrak,” kata Gede Adi.
Sempat terjadi cekcok dan satu-satunya perempuan di dalam mobil sempat dipukul ketika membuka kaca jendela.
“Kejadian itu sudah diketahui pecalang dari laporan yang menyebut ada peristiwa tabrak lari. Hanya saja, saat pecalang datang para pelaku justru kabur,” kata Gede Adi.
Pecalang yang tiba di lokasi tidak mendapati ada kejadian bule tabrak lari seperti laporan yang diterimanya, bahwa ada bule yang menabrak pengemudi ojek online.
“Korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta Selatan dan dalam proses penyelidikan,” kata Gede Adi. (Way)





