Digitalisasi SMK, Kacabdin Launching Aplikasi SIDEPAN dan SIJUARA di SMKN 8 Purworejo

oleh
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng, Dr. Nikmah Nurbaity, S.Pd., M.Pd.BI., didampingi Kepala Sekolah Wahyono, S.Pd., saat melaunching aplikasi SIDEPAN dan SIJUARA, Sabtu (20/08/2022), di SMKN 8 Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Mengawali digitalisasi SMK, SMKN 8 Purworejo (SMK Depan) yang merupakan SMK Pusat Keunggulan melaunching aplikasi SIJUARA dan SIDEPAN, Sabtu (20/08/2022).

Secara simbolis, launching dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng, Dr. Nikmah Nurbaity, S.Pd., M.Pd.BI., didampingi Pengawas SMK H. Achmad Chamdani, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah Wahyono, S.Pd., M.Pd., serta disaksikan seluruh guru dan karyawan SMKN 8 Purworejo.

Dalam paparannya, Wahyono menyampaikan, kedua aplikasi tersebut diluncurkan, untuk menjawab tantangan global, dimana semua kebutuhan harus bisa terakses dengan cepat dan praktis melalui suatu system.

“SIDEPAN merupakan akronim dari Sistem Informasi Daftar E Point ANak, yang bisa diakses oleh guru, anak dan orangtua,” kata Wahyono.

Dengan aplikasi ini, semua bentuk pelanggaran sudah tercover di system. Seorang guru yang menemukan pelanggaran akan memasukkan kredit sesuai pelanggarannya, dan semua bisa dikonfirmasi dan diklarifikasi oleh pihak terkait. Secara berkala, system ini akan dievaluasi. Hal ini untuk merespon permasalahan yang dimungkinkan muncul.

Sedang SIJUARA, jelas Wahyono, merupakan aplikasi pengganti system Adminstrasi Guru di kelas, sekaligus mendata bahwa Guru tersebut mengajar dikelas.

“SIJUARA sendiri merupakan akronim dari Sistem Informasi JUrnal AdmistaRasi dan Agenda mengajar,” terang Wahyono.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng, Dr. Nikmah Nurbaity, S.Pd., M.Pd.BI. – foto: Sujono/Koranjuri.com

Disampaikan pula, selain dua aplikasi tersebut, SMK Depan juga menerapkan Finger bagi peserta didik, sehingga tiap hari bisa terpantau langsung melalui system. Hal ini juga mengurangi kerja guru piket yang harus berkeliling ke semua kelas untuk mengabsen siswa tiap kelas. Sistem finger ini sementara hanya untuk kelas X, yang nantinya akan berlanjut ke kelas XI dan XII.

Atas peluncuran aplikasi tersebut, Nikmah Nurbaity memberikan apresiasi untuk SMKN 8 Purworejo, karena membuat program-program digital. Hal ini menyesuaikan dengan perubahan yang begitu cepat dalam dunia pendidikan.

“Karena kemajuan teknologi yang ada dalam kehidupan sekarang itu harus diserap, juga diaplikasikan dan diterapkan di dunia pendidikan. Ketika kemajuan sudah begitu besar, maka pendidikan harus juga membersamai kemajuan itu juga. Dan ini ditangkap oleh SMKN 8,” kata Nikmah.

Sebagai sebuah SMK PK yang merupakan salah satu SMK PK di Cabdin wilayah VIII, ujar Nikmah, SMKN 8 sangat responsif, karena sekolah kedepan, sekolah yang terbaik level 4 itu salah satunya adalah sekolah yang pengembangannya berbasis data .

“Nah, data ini kalau saat ini masih pakai kertas, masih harus mencari data ke mana-mana itu membutuhkan waktu lama, padahal data yang dibutuhkan semakin banyak. Sehingga SMKN 8 membuat aplikasi-aplikasi ini untuk menyiapkan segala data,” ujar Nikmah.

Menurutnya, sekolah maju ke depan itu sekolah yang pengembangannya berbasis data. Jadi dengan data-data SIJUARA dan SIDEPAN ini nanti pengambilan-pengambilan keputusan itu mudah karena datanya ada, dasarnya ada.

Dengan aplikasi ini, untuk guru dan siswa sangat bagus, untuk mendukung jalannya sekolah PK. Dan juga sebagai hal-hal yang autentik. Karena Real Time itu, laporan-laporan nanti bisa diakses oleh orang tua, guru dan juga bisa diakses oleh siswa . Sehingga era keterbukaan kemudian aksesibilitas yang tinggi ini akan sangat bagus .

Harapannya, kata NIkmah, nanti para siswa bisa menjadi lebih disiplin juga, karena anak-anak bisa lebih cepat datangnya dan kemudian bisa takut terlambat. Itu menjadi motivasi eksternal yang sangat bagus untuk membangun karakter siswa.

Guru-guru juga akan semakin termotivasi untuk bekerja dengan sangat maksimal, karena laporan real time ini mau tidak mau akan memotivasi untuk untuk bekerja lebih lebih bagus. Ini semacam motivasi, bukan pemaksaan. Tapi kesadaran di era belajar merdeka merdeka belajar merdeka mengajar.

“Alat-alat media seperti ini, mendorong motivasi yang sangat bagus untuk bekerja lebih maksimal,” jelas Nikmah.

Achmad Chamdani selaku Pengawas SMK sangat mendukung SMK Depan yang sudah melaunching SIDEPAN dan SIJUARA. Karena SMKN 8 sudah ditetapkan sebagai SMK PK, sehingga dengan penerapan digitalisasi di SMK, maka harapannya kedepan SMKN 8 Purworejo akan semakin maju, sukses, berkembang dan terdepan. (Jon)