KORANJURI.COM – Puluhan guru dan karyawan SMK Bharasa (Bhakti Putra Bangsa) Purworejo mengikuti IHT (In House Training) dalam bentuk Pelatihan Digitalisasi Sekolah, Rabu (26/07/2023). Dalam pelatihan ini, SMK Bharasa bekerjasama dengan Afresto, sebuah perusahaan penyedia jasa platform digitalisasi sekolah yang berpusat di Denpasar, Bali.
Kepala SMK Bharasa Rahman Sudrajad, M.Pd., menyebut, dalam digitalisasi sekolah ini, nantinya semua proses pembelajaran dimasukkan di LMS (Learning Management System). Jadi semua proses pembelajaran dibuat dalam satu sistem yang nanti akan lebih memudahkan baik dalam pelaksanaan, evaluasi, pelaporan dan sebagainya.
Beban administrasi pembelajaran yang selama ini dikeluarkan guru bisa dikerjakan dalam waktu yang singkat, sehingga guru lebih bisa fokus mengembangkan dan berinovasi pada proses belajar mengajar.
“Termasuk presensi siswa. Nantinya presensi ini siswa cukup selfie, dilangsungkan di sekolah sesuai titik koordinat yang ditentukan. Dan itu nanti akan kami gunakan sebagai laporan kepada orangtua, untuk mengetahui perkembangan putra putrinya dalam hal pembelajaran dan lainnya. Jadi semuanya terintegrasi up date dan bisa diakses semua warga sekolah baik itu siswa, guru ataupun manajemen,” jelas Sudrajad.
Untuk guru, kata Sudrajad, digitalisasi ini akan memudahkan dalam hal administrasi pembelajaran. Dalam hal ini, ATP atau RPP lebih mudah disiapkan, modul ajar hingga penilaian yang meliputi kartu soal, analisis butir soal ataupun analisis nilai juga akan muncul secara otomatis.
“Jadi pembelajaran selesai, penilaian selesai, laporannya akan cepat tersaji. Semua tervalidasi dengan jelas dan akurat serta terdokumen dengan baik. Jadi lebih memudahkan administrasi bagi siswa, guru dan orangtua siswa,” ujar Sudrajad.
Yang melatarbelakangi digitalisasi sekolah ini, menurut Sudrajad, karena pihaknya menginginkan adanya perkembangan yang beda dan sekarang eranya digital. Sekolah harus lebih meningkatkan kwalitas dan layanan pada siswa.
Secara teknis, jelas Sudrajad, baik siswa ataupun guru akan memiliki akun tersendiri untuk bisa ke sistem digitalisasi ini. Dari Afresto akan menciptakan semacam aplikasi untuk digitalisasi sekolah ini, yang semuanya terintegrasi.
“Harapannya anak guru dan semua warga sekolah terbantu dengan aplikasi ini. Kita harus mengikuti perkembangan jaman, jadi harus ada inovasi baru. Dengan digitalisasi ini laporan akan lebih cepat, valid dan terdokumentasi dengan baik,” terang Sudrajad.
Dalam IHT ini, berbagai materi telah disiapkan, meliputi, E – Perangkat, Abensi KBM dan Jurnal Mengajar, Presensi Siswa
,Video Conferance, Upload Materi, Evaluasi, Praktik Kerja Lapangan (Pengajuan PKL, Presensi PKL, Jurnal PKL), Penilaian hingga Cetak Raport dan Download Raport Oleh Siswa, Laporan Harian untuk admin dan Kepala Sekolah serta Pengumuman Sekolah.
Terpisah, Rasmi Retnaningtyas, dari tim marketing Alfresto menjelaskan, bahwa Afresto merupakan perusahaan penyedia jasa platform digitalisasi sekolah. Dalam hal ini, Alfresto menyiapkan sistem yang diperlukan sekolah untuk program digitalisasi, yang didalamnya ada presensi hingga raport.
“Kita ada dua bidang atau kelompok besar, yaitu LMS (Learning Management System) dan SIM (Sistem Informasi Manajemen). Dengan LSM, sistem pendidikan di sekolah dibuat digital tapi secara terintegrasi, mulai dari presentasi hingga E raport. Dan LMS hanya satu bagian dari SIM,” jelas Rasmi singkat, sambil menambahkan bahwa Alfresto sudah 10 tahun bergelut di bidang penyedia jasa digitalisasi ini, dan telah melayani sekitar 120 sekolah di seluruh Indonesia. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





