KORANJURI.COM – Bertempat di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, Purworejo, eksibisi cabang olahraga (cabor) catur diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Popda Tingkat Eks Karesidenan Kedu, Sabtu (06/05/2023).
Dibuka secara resmi oleh Kabid Olahraga Dinporapar Kabupaten Purworejo Nanang Agus Gutomo, eksibisi catur diikuti 41 atlet dari 5 kabupaten, yakni, Purworejo, Kebumen, Magelang, Temanggung dan Wonosobo.
Joko Santoso, selaku Ketua Panitia Pelaksana Cabor Catur Popda Tingkat Eks Karesidenan Kedu menjelaskan, pertandingan catur untuk kategori putra dilaksanakan dalam 6 babak dan putri 5 babak.
“Untuk regulasi peserta, mengacu pada propinsi pesertanya menggunakan batasan umur, maksimal lahir 1 Januari 2005,” jelas Joko di sela kegiatan.
Dalam pertandingan ini, ungkap Joko, panitia hanya menggunakan dua rumah, satu untuk putra dan satu untuk putri. Dalam permainan babak ini, satu babaknya menggunakan waktu pikir 15 menit + increment 3 detik. Karena menggunakan catur cepat, maka waktunya cukup terbatas.
Joko menyebut, para pemenang dalam eksibisi catur ini, untuk kategori putra dan putri diambil juara 1, 2 dan 3 bersama. Karena bersifat eksibisi, maka perolehan medali dalam cabor catur tidak masuk dalam perolehan medali secara umum, dan berhenti hanya di tingkat Eks Karesidenan Kedu.
“Kami punya misi, jangan sampai cabor catur dianaktirikan dan tetap bisa eksis. Untuk tingkat Jateng, baru kita yang mengawali,” jelas Joko, yang juga menjadi Ketua Harian Percasi ini.
Meski begitu, kata Joko, piagam dari cabor ini ada nilainya (point), yang sangat bermanfaat bagi siswa untuk mendaftar di jenjang di atasnya.
Untuk perkembangan catur di Purworejo, menurut Joko, sudah membaik. Dirinya bangga, banyak atlet Purworejo yang berpotensi untuk berbicara di tingkat nasional. Joko menyebut ada nama Ahmad Riziq, yang pernah meraih juara 1 kejurnas catur kelompok umur 19 tahun.
“Besok Senin (08/05/2023), Riziq, Armanto, Amat Basar, Sophian dan Ardan akan mencoba keberuntungan dengan mengikuti pra PON cabor catur di Jateng mewakili Purworejo,” ungkap Joko.
Dengan event ini, dia berharap olahraga catur bisa menggeliat lagi. Hal itu terbukti, dalam Popda tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2023, jumlah pesertanya mencapai 160 an dari SD hingga SMA.
“Saya berharap, atlet catur dari SD dan SMP bisa berkembang lagi, karena banyak potensi yang bisa ditangani untuk meningkatkan kemampuannya,” terang Joko.
Andri Wijaya, selaku Waka Sarpras SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo menyebut, sebuah kebanggaan pihaknya diberi kepercayaan Percasi sebagai tempat penyelenggaraan Popda Tingkat Eks Karesidenan Kedu pada cabor catur.
“Pada Januari lalu, penyelenggaraan Popda Tingkat Kabupaten Purworejo untuk cabor catur juga diselenggarakan di sini,” jelas Andri.
Hal itu, menurut Andri, merupakan satu komitmen dari SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, untuk menjadi bagian dari tumbuh kembang kegiatan olahraga di kabupaten Purworejo, khususnya catur.
“Fasilitas sudah kami sediakan. Ini merupakan bentuk CSR kami bagi masyarakat dan ini juga sebagai bentuk promosi untuk mengenalkan SMK Sawunggalih Kutoarjo kepada masyarakat,” ujar Andri.
Bagi peserta SMP yang nantinya juara dan mau melanjutkan sekolahnya di SMK Sawunggalih Kutoarjo, kata Andri, akan mendapatkan bea siswa (bebas biaya pendidikan) selama 3 tahun.
“Bea siswa prestasi memang kita sediakan bagi anak-anak, baik akademik maupun non akademik,” pungkas Andri. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
