Deklarasikan Pilkades Damai, Ratusan Cakades di Purworejo Siap Kalah Siap Menang

    


Ratusan calon kepala desa se Kabupaten Purworejo, mengikuti Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2019, Selasa (22/1) di Pendopo Kabupaten Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – 843 calon kepala desa (Cakades) dari 343 desa di 16 kecamatan se Kabupaten Purworejo, mendeklarasikan Pilkades Damai, yang akan dilaksanakan secara serentak pada 31 Januari 2019 mendatang.

Deklarasi yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Purworejo, Selasa (22/1) itu, dibuka secara resmi oleh Bupati Purworejo Agus Bastian, dan jajaran Forkopimda. Usai pembacaan dan penandatanganan deklarasi, dilanjutkan dengan pengarahan dan pembekalan, yang disampaikan oleh Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, Dandim 0708 Letkol Inf Muchlis Gasim, dan Kajari Purworejo, Alex Rahman.

Dalam sambutannya, Bupati Purworejo mengatakan, Deklarasi Damai yang ditandatangani tersebut hendaknya dilandasi niat untuk sungguh-sungguh dilaksanakan. Tanpa adanya niat untuk bersungguh-sungguh menjaga kedamaian, apa yang telah ditandatangani dan dideklarasikan tersebut, tidak akan punya arti apa-apa.

“Kepada semua unsur yang terlibat maupun seluruh komponen masyarakat, untuk mendukung suksesnya pelaksanaan pilkades ini,” himbau bupati.

Kepala Dinpermades Kabupaten Purworejo, Agus Ari Setiyadi, sebagai penyelenggara kegiatan tersebut mengharapkan, para calon kepala desa diharapkan benar-benar mempelajari, memahami dan mentaati tata tertib yang sudah dibuat oleh panitia, maupun ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sehingga pada saatnya nanti tidak muncul persoalan akibat kurang memahami aturan main yang telah ditentukan. Dan kalaupun ada persoalan yang mungkin timbul, bisa diantisipasi sedini mungkin dan dipecahkan secara bijak sesuai aturan yang berlaku tanpa menimbulkan gejolak,” ujar Agus Ari.

Pada para calon kades dan pendukungnya, diharapkan juga mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi kompetisi, termasuk kesiapan mental untuk siap menang dan siap kalah.

“Kalah dan menang dalam sebuah mekanisme yang demokratis adalah hal biasa yang harus disikapi secara bijaksana,” pungkas Agus Ari. (Jon)