KORANJURI.COM – Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga mengungkapkan, Tabanan memiliki sejumlah destinasi wisata yang belum semuanya tergarap dengan baik.
Ia menyebut di kawasan Tabanan Barat terdapat Pantai Soka yang hingga kini potensinya belum tergarap dengan baik. Kondisi itu menurutnya, berbeda dengan destinasi Tanah Lot yang telah mendunia.
Dia menyatakan, agar keberadaan DTW Tanah Lot tak perlu banyak dipromosikan. Ia memberikan alasan destinasi wisata Tanah Lot sudah maju.
“Dan ini perlu saya sampaikan, DTW dan bapak ibu sekalian, rasanya Tanah Lot ini tidak usah terlalu sering dipromosikan, sudah maju. Tapi yang perlu kita promosikan adalah daerah-daerah kita di Tabanan yang belum maju,” kata Made Dirga.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga mewakili Bupati I Gede Komang Sanjaya membuka Tanah Lot Art & Food Festival #6, Jumat, 22 Agustus 2025.
Ia menambahkan, destinasi wisata Tanah Lot merupakan ibu dari pariwisata di Tabanan. Dengan mengoptimalkan potensi destinasi yang lain seperti pantai Soka dan Bedugul maka akan terjadi pemerataan.
“Sehingga lainnya bisa bergerak dengan bagus. Kalau sampai di sini saja, sampai penuh parkirnya yang lain sama sekali tidak kebagian seperti Soka di Tabanan paling barat,” kata Made Dirga.
“Itu juga mohon diperhatikan,” tambahnya.
Hal itu berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menggelar konferensi pers Tanah Lot Art & Food Festival #6, pada Sabtu (16/8/2025.
Sanjaya mengatakan, festival dan event lain di destinasi wisata perlu dilakukan sebagai ajang promosi dan mempererat tali silaturahmi.
Bupati Sanjaya juga mendorong elemen masyarakat membuat event atau festival. Menurutnya, setiap event yang digelar akan menggerakkan perekonomian di masyarakat.
“Saya sebagai bupati tiap tahun menghadiri berbagai festival. Ini sangat penting sebagai promosi dan mempererat tali silaturahmi, juga memperkenalkan kearifan lokal yang dimiliki,” kata Sanjaya.
Membacakan sambutan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Made Dirga mengatakan, Pura Tanah Lot sangat populer sebagai destinasi wisata dunia dengan segala keunikannya.
Destinasi ikonik dengan pura tua yang berdiri di atas batu karang itu, terlihat seperti mengapung di tepi samudera saat air pasang. Namun, ketika air laut surut, pengunjung bisa mengakses tempat persembahyangan dengan berjalan kaki.
Pura Tanah Lot merupakan warisan dari Danghyang Dwijendra yang merupakan pendeta suci pada abad 16. Sebagai Pura Dang Kahyangan, Pura Tanah Lot diapit oleh sejumlah tempat pemujaan lain seperti Pura Batu Bolong, Pura Batu Mejan dan masih banyak tempat pemujaan di pinggir pantai. (Way)





