KORANJURI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo resmi meluncurkan pembaruan signifikan pada aplikasi E-SISKA (Sistem Informasi Kebencanaan).
Transformasi digital ini bertujuan untuk mempercepat respons penanganan bencana serta mempermudah akses informasi bagi masyarakat luas.
Bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, BPBD melakukan perbaikan sistem berdasarkan masukan dari berbagai pihak melalui Focus Group Discussion (FGD).
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Purworejo, Sutijoso Brahmanto menjelaskan, pembaruan kali ini tidak hanya menyasar tampilan, tetapi juga fungsionalitas data yang lebih akurat.
Pembaruan ini terkait Dropping Air: Jika sebelumnya pencatatan bantuan air bersih saat kemarau dilakukan manual via Excel, kini petugas dapat menginput data langsung ke aplikasi. Volume air dan data per desa akan terintegrasi secara otomatis dalam statistik.
Diagram data bencana kini lebih sinkron dengan fitur filter (berdasarkan tahun atau jenis bencana). Menariknya, diagram ini sekarang bisa diunduh untuk kebutuhan laporan maupun konten edukasi di media sosial.
Pada halaman beranda, masyarakat kini bisa membaca informasi naratif mengenai kejadian bencana terkini di wilayah Purworejo, melengkapi peta titik koordinat yang sudah ada sebelumnya.
“Sistem keamanan akun juga ditingkatkan. Sekarang admin memiliki kewenangan untuk menghapus atau menolak akun yang pendaftarannya tidak valid, seperti NIK atau nomor telepon yang tidak lengkap. Ini penting untuk menjaga integritas data,” ujar Sutijoso, Kamis (18/12/2025).
Dengan adanya integrasi digital ini, BPBD Purworejo berharap E-SISKA tidak hanya menjadi alat kerja internal, tetapi juga menjadi referensi utama bagi warga dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di daerah. (Jon)





