KORANJURI.COM – Body painting menjadi acara yang selalu menarik perhatian pengunjung dalam setiap kali penyelenggaraan event Nusa Dua Festival.
Tahun ini, namanya berganti menjadi The Nusa Dua Festival (NDF) dan menjadi perhelatan ke-24 kali. Namun, sejak pandemi covid-19 festival sempat terhenti dan berlanjut kembali di tahun 2025.
Namun lokasi penyelenggaraan tidak berubah tetap berada di Peninsula Island, kawasan The Nusa Dua. Festival yang mengangkat harmonisasi kebudayaan, seni, musik serta parade itu, diisi dengan beragam pertunjukan.
Namun, pertunjukan yang jadi ikon dalam setiap kali penyelenggaraan festival adalah body painting. Puluhan model yang menjadi kanvas hidup akan dilukis menyesuaikan tema yang ditentukan panitia.
Pada awal-awal penyelenggaraan body painting, puluhan seniman terlibat dan sangat tertantang melukis di lekuk tubuh para model.
Panca, seorang pelukis yang pernah mengikuti event body painting mengaku, banyak tantangan melukis tiga dimensi dengan media lukis tubuh manusia.
Kreatifitas lukisan akan mendapatkan poin cukup tinggi 50 persen. Sedangkan lainnya, penilaian tentang fashion dan kesesuaian tema.
“Kesulitannya kita harus mengikuti alur dari lekuk tubuh itu sendiri dan dibatasi dengan waktu,” ujar Panca.
Body painting merupakan seni melukis dengan media kulit manusia atau di atas tubuh model. Cat yang digunakan juga berbeda dengan cat dalam seni lukis konvensional. Cat untuk body painting bersifat non permanent.
Dari sejarah yang ada, melukis tubuh digunakan oleh suku-suku tertentu yang melakukan aktifitas body painting untuk tujuan ritual. Namun, dalam perjalanannya, body painting juga dikenal sebagai tato temporer, tapi berbeda dengan body painting yang menggunakan tinta Henna.
Dalam body painting yang melukis seluruh bagian tubuh itu, model akan dengan mudah menghilangkan lukisannya setelah acara selesai. Body painting berkembang menjadi bagian dari dunia fashion, hiburan dan ekspresi artistik modern.
Sementara, The Nusa Dua Festival tahun ini digelar selama dua hari pada 25-26 Oktober 2025. Setidaknya, ada 24 mata acara yang berlangsung selama dua hari pergelaran.
Pada acara pembukaan digelar parade budaya, tari-tarian, pemberian penghargaan Nusa Dua Award hingga konser musik dengan mengundang penyanyi Bunga Citra Lestari. Pertunjukkan di hari pertama ditutup oleh penampilan disc jockey Timur Indonesia Festival (Tifa).
Kemudian hari kedua, Minggu, 26 Oktober 2025, acara dibuka dengan kompetisi body painting. Kemudian, berlanjut dengan pertunjukkan tarian kontemporer oleh kelompok pertunjukan tari Devdan, band Navicula dan ditutup oleh penampilan grup musik Kahitna. (Way)
