Ujian Daring di SMAN 1 Ubud Kelebihan Jumlah Komputer
KORANJURI.COM – Dengan persiapan yang sudah dilakukan secara cermat dan matang, SMA Negeri 1 Ubud sudah cukup siap menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kepala sekolah setempat, I Wayan Gabra mengatakan pihaknya sudah menyiapkan 120 unit komputer utama dan 20 unit komputer cadangan.
Sedangkan dari 347 peserta UN kebutuhan komputer untuk menunjang ujian online hanya 115 unit saja. Dari aturan yang ada, sekolah penyelenggara UNBK wajib menyediakan komputer sepertiga dari jumlah siswa.
“Sampai sekarang sudah cukup siap. Siswa tidak ada masalah, komputer tidak ada masalah, jaringan internet juga tidak ada masalah,” ujar Wayan Gabra.
Kendala yang bisa terjadi, menurut Gabra adalah sumber daya listrik dari PLN. Namun mengantisipasi itu semua, sekolah yang berlokasi di jantung wisata Ubud ini sudah menyiapkan genset. Sekolah, menurut Gabra, secara resmi juga akan melobi ke PLN untuk mendukung pelayanan kelistrikan saat ujian online April mendatang.
Jika dalam kondisi normal dan tidak ada gangguan teknis, daya listrik di sekolah itu sangat mencukupi untuk mendukung operasional sehari-hari. Gabra menyebutkan, sekolah bergengsi di kawasan Ubud ini punya daya suplai listrik sebesar 53000 kwh.
Hanya saja, untuk menghindari adanya masalah teknis yang dapat mengganggu pelaksanaan ujian daring ini, pihaknya tetap menyiapkan perangkat cadangan penyuplai arus listrik pengganti PLN.
Gabra kembali meyakinkan, dari 120 unit komputer utama tersebut saat ini sudah terpasang semuanya. Mengingat, pada awal Februari nanti ada simulasi UNBK kedua yang langsung diadakan oleh Direktorat PSMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
“Semuanya sudah siap terpasang. Februari ini akan kami jajal kembali untuk simulasi kedua,” ujarnya optimis.
way
