KORANJURI.COM – Untuk membangun jiwa kewirausahaan siswa, SMPN 13 Purworejo menggelar kegiatan Bazar Parenting, Sabtu (17/06/2023). Sebanyak 14 stand siswa dari masing-masing kelas VII dan VIII serta 9 stand dari luar, ikut meramaikan Bazar Parenting ini. Guru-guru juga tak ketinggalan, dengan membuka satu stand.
Secara seremonial, Bazar Parenting dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, S.Sos., yang dalam sambutannya sangat mengapresiasi adanya bazar yang secara penuh didukung oleh parenting.
“Adanya bazar ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka. Dan tanggungjawab pendidikan tak hanya menjadikan tanggungjawab guru semata. Tapi juga orangtua dan lingkungan. Kedepannya, silahkan lanjutkan program yang bagus ini,” ujar Wasit, yang berkenan meninjau semua stand peserta bazar, didampingi Kepala SMPN 13 Purworejo Achmad Yulianto, S.Pd., beserta sejumlah tamu undangan lainnya.
Hal yang tak jauh beda juga diungkapkan oleh Achmad Yulianto. Dia sangat mengapresiasi terhadap parenting sekolah, yang telah menginisiasi sepenuhnya bazar ini.
Berawal dari lontaran tentang rangkaian kegiatan P5 Karnaval Budaya yang telah dilaksanakan sebelumnya, jelas Yulianto, justru dari parenting sekolah yang memiliki ide mengadakan bazar sebagai kegiatan penutup akhir tahun pelajaran.
“Kegiatan bazar ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kewirausahaan siswa dan guru. Harapan saya, siswa betul-betul memiliki jiwa kewirausahaan. Mereka bisa mengeksploitasi diri ke bidang kewirausahaan ini karena cakupan di dalamnya sangat luas,” kata Yulianto.
Supriyanto, S.Pd.SD., selaku ketua panitia dan ketua parenting sekolah mengungkapkan, tujuan dari kegiatan bazar parenting ini untuk mengenalkan anak-anak agar mempunyai jiwa kewirausahaan.
Namun yang tak kalah pentingnya, menurut Supriyanto, untuk memperkenalkan keberadaan SMP N 13 Purworejo kepada masyarakat secara internalnya serta tentang fasilitas dan sarana prasarana yang ada di sekolah
“Kita buka untuk umum dengan melihat bazar dan masuk ke lingkungan sekolah. Dan kedepannya kita harapkan ada masukan atau saran dari masyarakat untuk sekolah, agar SMPN 13 Purworejo lebih maju dan dicintai masyarakat,” jelas Supriyanto.
Pada bazar parenting ini, Supriyanto menyebut, bahwa siswa dan parenting diberi kebebasan untuk mengisi stand masing-masing. Mereka boleh menampilkan apa saja, entah itu kuliner, makanan siap saji, aneka minuman, produk UMKM atau lainnya. Untuk stand dari luar, juga diberikan kebebasan mau menampilkan apa.
“Ide-ide besarnya kegiatan ini memang dari parenting. Karena kita merasa perlu untuk mendukung adanya kegiatan yang ada di sekolah ini apapun itu. Kita sepakat untuk untuk memberikan sumbangsih kita sebagai orang tua wali untuk mendukung kemajuan anak-anak kita supaya bisa membantu dalam proses kegiatan belajar mengajar yang ada di sini,” ungkap Supriyanto.
Ending yang diharapkan dari adanya Bazar Parenting yang terbuka untuk umum ini, menurut Supriyanto, sekolah mendapat masukan dan saran dari masyarakat apapun itu yang bersifat membangun, demi terselenggaranya pendidikan di SMPN 13 Purworejo lebih lagi.
“Sejalan dengan adanya Kurikulum Merdeka, diharapakan anak-anak memiliki karakter yang diharapkan dalam P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), dalam hal ini Bergotong-royong, Mandiri, Bernalar kritis, dan Kreatif.
Selama berlangsungnya Bazar Parenting dari pagi hingga sore, selalu dipadati pengunjung, baik itu warga sekolah, orangtua siswa maupun masyarakat sekitar. Para pengunjung juga dihibur dengan aneka hiburan persembahan siswa, seperti tari, kuda lumping dan penampilan siswa perkelas. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
