KORANJURI.COM – PT ASDP Indonesia Ferry Persero Cabang Ketapang menerapkan tiga skenario penyeberangan di pelabuhan Ketapang-Gilimanuk.
Momen libur Natal dan Tahun baru tahun 2025/2026, ASDP menyiapkan 53 armada kapal dengan 16 dermaga yang beroperasi. Delapan dermaga berada di Pelabuhan Ketapang dan 8 di Pelabuhan Gilimanuk.
“Secara konsep kami menyiapkan tiga skenario, dalam kondisi normal dioperasikan 28 kapal, kondisi padat 30 kapal, dan kondisi sangat padat kita operasikan 32 kapal,” kata General Manager ASDP Ketapang Ardhi Ekapaty, Senin, 29 Desember 2025.
Dia mengatakan, puncak pergerakan libur Natal jatuh pada 21-22 Desember 2025. Sedangkan untuk puncak pergerakan libur tahun baru diprediksi tanggal 28-29 Desember 2025.
Overview data produksi Natal dan Tahun Baru di Pelabuhan Ketapang pada 21 Desember jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 7.617 unit atau meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebanyak 6.608 unit.
Pada 22 Desember 2025, ada 6.577 unit kendaraan yang menyeberang atau menurun -15% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebanyak 7.443 unit.
“Total penyeberangan dari data yang ada, dalam periode 15-27 Desember 2025 sebanyak 81.916 unit kendaraan, atau menurun 0,4 persen dibandingkan tahun 2024 sebanyak 82.213 unit untuk periode yang sama,” kata Arya.
Sedangkan, jumlah penumpang pada 2024 sebanyak 327.737 orang dan tahun 2025 sebanyak 302.181 orang yang tercatat hingga tanggal 27 Desember 2025.
“Kami prediksikan arus balik Nataru di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang terjadi pada tanggal 1-4 Januari 2026,” kata Ardhi.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat yang melakukan perjalanan merencanakannya lebih awal, dengan membeli tiket dan pengisian identitas.
Karena, pengecekan akan dilakukan secara ketat oleh Kepolisian Resor Banyuwangi dan Jembrana, untuk menyesuaikan manifest data KTP maupun STNK kendaraan.
“Kita sudah tidak tawar menawar lagi untuk dibereskan, langsung oleh Pak Kapolresta Banyuwangi, untuk mencocokkan data manifest, sesuai nggak,” jelas Ardhi Ekapaty. (Way)
