KORANJURI.COM – Puluhan karya teknologi yang dipamerkan di aula Kampus ITB STIKOM Bali itu masih dalam bentuk pra rilis. Namun, jika gagasan itu dikembangkan menjadi lebih besar, maka akan mengubah cara pandang terhadap dunia sains.
Road to Bali Innotech 2026 menjadi pameran teknologi yang dilaksanakan oleh kampus ITB STIKOM Bali. Acara puncak akan digelar pada 25-26 Mei 2026 di gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar.
Dalam pameran pembuka ini ditampilkan 20 karya teknologi dari mahasiswa dan dosen ITB STIKOM Bali. 14 karya dari SMK TI Bali Global Denpasar.
4 karya dari SMK TI Bali Global Badung. 2 karya dari SMK TI Bali Global Jimbaran dan 10 produk kreatif dari SMK TI Bali Global Klungkung.
“Event sekarang semacam kurasi terlebih dulu yang nanti akan dipamerkan di bulan Mei, ini diikuti oleh lembaga pendidikan di bawah STIKOM grup,” kata Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan, Jumat, 13 Februari 2026.
Dadang menjelaskan, Road to Bali Innotech 2026 itu menjadi bagian dari perekrutan talenta digital menuju ajang pencarian bakat Amerika di bidang digital.
Dalam ajang idola talenta digital Amerika itu, ITB STIKOM Bali menjadi hub untuk mencari 3.000 ilmuwan muda di Indonesia.
“Ini permintaan dari wakil Kedubes Amerika di Jakarta, mereka sedang mencari talenta digital sebanyak 3.000 dan ITB STIKOM Bali ditunjuk sebagai hub untuk mencari talenta itu,” jelasnya.
Karya inovasi yang ditampilkan di antaranya, smart garden, sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini dirancang untuk memantau dan merawat tanaman secara otomatis.
Smart garden menggunakan ESP32, sensor DHT22 dan sensor kelembaban tanah untuk membaca kondisi lingkungan tanaman.
Dengan sensor MQTT yang dapat dipantau secara realtime, penyiraman dapat dilakukan secara otomatis saat tanah kering. Sehingga penggunaan air lebih efisien.
Di arena robotik, ada temuan yang disebut Arduino Robot Project, building a DIY Arduino-power robotic car. Robot bergerak itu dikendalikan secara manual dengan koneksi bluetooth.
Karya robotik itu juga dilengkapi dengan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mendeteksi obyek di depannya sebagai sistem pengaman.
Dewan Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti (WDS) Denpasar Prof. Dr. I Made Bandem, MA. menambahkan, pameran teknologi yang digelar merupakan cara terbaik untuk memamerkan bakat digital siswa, mahasiswa serta dosen ITB STIKOM Bali.
“Ini venue yang baik untuk kita belajar, jadi para siswa dan mahasiswa memiliki waktu pembelajaran yang baik, barangkali nanti ada yang lolos dan di-trained oleh orang-orang dari Amerika yang ahli di bidang teknologi dan kebudayaan,” kata Made Bandem.
Ketua Panitia Dedy Panji Agustino, S.Kom., M.Msi. menjelaskan, ajang yang digelar menjadi etalase inovasi dan kreativitas sivitas akademika.
Sekaligus, sebagai ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan dalam ekosistem teknologi dan industri kreatif.
“Produk inovasi ini tidak hanya menjadi karya ilmiah saja, tapi jadi produk yang menyelesaikan permasalahan dan menjadi solusi serta berdampak ke masyarakat,” kata Panji.
Selain pameran teknologi, Road to Bali Innotech 2026 juga menggelar Seminar dan Workshop Teknologi dengan empat topik strategis yakni, Artificial Intelligence, Internet of Things, 3D Game Development dan Roblox Game Development. (Way)





