KORANJURI.COM – Mengantisipasi lonjakan puluhan ribu pengunjung, panitia Festival Layang-Layang Tingkat Nasional Tahun 2026 di Pantai Ketawang, Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, menyiapkan strategi matang.
Lomba akan berlangsung selama dua hari dari Sabtu (04/07/2026) hingga Minggu (05/07/2026).
Fokus utama kali ini adalah rekayasa arus kendaraan dan penataan kantong parkir baru demi menghindari kemacetan seperti tahun lalu.
Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Kabid Pemasaran Pariwisata Dinporapar Purworejo, Neira Anjar P, mengungkapkan bahwa simulasi jalur telah dilakukan bersama Satlantas dan Polres Purworejo.
“Kami sudah menghitung rinci estimasi ruang parkir per meter perseginya. Kami meminta pengunjung mematuhi imbauan petugas untuk tertib. Jarak berjalan kaki dari kantong parkir ke pantai sangat dekat, maksimal hanya 300 meter,” ujar Neira,Jumat (03/07/2026).
Untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas pada Sabtu dan Minggu, 4–5 Juli 2026, panitia menerapkan aturan baru sebagai berikut. Untuk akses masuk utama, seluruh kendaraan roda 2 dan roda 4 tetap masuk melalui pertigaan/perempatan lapangan Ketawangrejo ke arah selatan dengan titik ticketing yang disebar untuk mengurai antrean.
Kendaraan Roda 2 (Motor), diizinkan masuk hingga area cemara di samping mercusuar dengan posisi parkir menghadap ke timur. Jalur pulang akan diarahkan ke timur menuju Pantai Jetis.
Untuk kendaraan Roda 4 (Mobil), parkir diprioritaskan sebelum mercusuar, memanfaatkan kawasan hutan nyamplung (Perhutani) dan lahan perkebunan warga. Jalur keluar mobil diarahkan ke barat lalu ke utara hingga tembus kembali ke Jalan Daendels.
“Jika pengunjung datang siang hari dan kantong parkir dalam sudah penuh, panitia telah menyediakan jasa ojek untuk mengantar ke lokasi pantai,” ungkap Neira.
Jalur alternatif dari arah Pantai Jetis hanya bisa diakses dua arah oleh sepeda motor. Mobil dilarang masuk karena jalur yang sempit dan tidak bisa berpapasan.
Neira menyebut, festival yang digelar dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB ini mengalami peningkatan partisipasi yang signifikan. Saat ini, tercatat 31 tim telah terdaftar dan jumlahnya diprediksi masih akan bertambah lewat pendaftaran on the spot.
Selain peserta domestik dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur, ajang bergengsi ini juga disemarakkan oleh 4 tim luar negeri, yaitu dari Singapura, Malaysia, Jepang, dan Prancis.
Untuk agenda Festivalnya sendiri, pada hari pertama , Sabtu (04/07/2026), kompetisi kategori layang-layang tradisional dan dua dimensi (2D). Di hari kedua, Minggu, (05/07/2026), sebagai Puncak Acara, dilakukan seremonial pembukaan bersama Forkopimda dan penerbangan kategori tiga dimensi (3D) serta layangan train naga dan pertunjukan tarian massal Cing Poling oleh para siswa SMPN 34 Purworejo.
“Selain menyajikan atraksi visual yang memukau di langit Pantai Ketawang, festival ini juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui kehadiran puluhan stan UMKM lokal Grabag dan Kelompok Wanita Tani,” ungkap Neira.
Dengan berkaca pada tahun 2025 yang sukses menyedot 17.000 pengunjung, pihak panitia optimis perputaran ekonomi dan Pendapatan Asli Desa (PADes) Ketawangrejo tahun ini akan melonjak jauh lebih tinggi seiring dengan kenyamanan fasilitas parkir yang telah dibenahi.(Jon)
