Ada Kemungkinan Korban Tunu Pratama Jaya Terjebak di Dalam Kapal

oleh
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit menunjukkan lokasi penemuan korban di wilayah perairan Gilimanuk - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan, ada kemungkinan sejumlah penumpang KMP Tunu Pratama Jaya masih terjebak di dalam kapal yang tenggelam.

“Kondisi kapal sepenuhnya tenggelam ya, jadi masih ada kemungkinan penumpang di dalam kapal, tapi saat ini kami masih berfokus di permukaan air,” kata Nanang dalam keterangannya, Kamis, 3 Juli 2025.

Kapal dengan data manifest penumpang 65 orang itu, bertolak dari pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali pada Rabu (2/7/2025) sekitar pukul 22.56 WIB.

Kapal mengalami masalah kebocoran sekitar 25 menit setelah lepas jangkar. Pencarian korban yang dilakukan tim SAR gabungan berhasil menemukan 33 korban dengan 5 orang meninggal dunia.

Dari penemuan korban yang selamat, kata Nanang, mereka ada yang menggunakan sekoci dan ada yang terdampar di pantai kemudian diselamatkan.

Kondisi korban yang selamat menggunakan life jacket. Mereka dalam kondisi kelelahan dan dehidrasi.

“Semua penumpang selamat ditemukan di wilayah perairan Gilimanuk. Sedangkan yang meninggal dunia, 4 orang ditemukan dengan jarak saling berdekatan, yang satu agak terpisah dari yang lain,” jelas Nanang.

Untuk menemukan korban, tim penyelamat mengerahkan 15 kapal yang berfokus pada pencarian.

Selain itu, tim SAR juga mengimbau kapal-kapal yang menyeberangi Selat Bali untuk mencermati situasi dan melaporkan jika menemukan korban.

“Termasuk ke nelayan kami juga arahkan demikian,” kata Nanang.

Upaya SAR dilakukan dengan pola 6 jam pertama menyisir dalam radius 6 nautical mile dari lokasi kejadian. Selanjutnya, jika tidak ditemukan korban akan ditambah lagi radius pencariannya.

Selain menyisir perairan, tim SAR juga mengerahkan helikopter untuk pencarian yang lebih luas dari pengamatan udara. (Way)