Antrean Horor SPBU di Bali, Koster Minta Warga Tidak Panik: Pasokan Aman!

oleh
Truk PT Pertamina Patra Niaga mendistribusikan BBM di tengah antrean kendaraan yang mengular, Selasa,13 Oktober 2026 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster mengungkap pasokan BBM ke SPBU masih terkendala distribusi dari depo Manggis, Karangasem ke SPBU.

Menurutnya, pasokan cukup tersedia hanya distribusinya sedang berjalan ke SPBU.

“Distribusi dari depo ke SPBU sedang berjalan mulai kemarin sore sampai tadi pagi, sampai hari ini juga, dan memang tidak terlalu mulus karena jalan itu ada macetnya,” kata Koster, Selasa, 13 Oktober 2026.

Kelangkaan BBM di Bali hampir sepekan ini, kata Koster, akan segera pulih dan normal. Gubernur memastikan, Bali tidak akan mengalami krisis bahan bakar minyak.

“Untuk Bali saya pastikan tidak ada krisis BBM, aman boleh dicek di depo Manggis dan Pesanggaran,” ujar Gubernur.

Terkait dengan masih adanya antrean panjang hampir di setiap SPBU di Kota Denpasar dan Kabupaten lain, Koster melihat ada kepanikan warga sehingga memicu gelombang antrean.

Rata-rata waktu antrean untuk dapat mengisi tangki BBM kendaraannya antara 1-2 jam. Bahkan ada yang lebih dari itu seperti yang terjadi di SPBU jalan Raya Puputan, Renon, pada Selasa, 13 Oktober 2026.

“Sebenarnya engga perlu panik karena dipastikan pasokan itu tersedia. Jadi antrean itu terjadi karena banyak warga yang mengantre di SPBU,” jelas Koster.

Gubernur memastikan, dalam waktu satu hingga dua hari ke depan kelangkaan BBM di wilayah Bali kembali normal.

“Dalam satu dua hari ini saya pastikan sudah normal,” ujarnya.

Sebelumnya,Gubernur Bali Wayan Koster memanggil jajaran PT Pertamina Patra Niaga untuk meminta penjelasan terjadinya antrean panjang kendaraan di SPBU.

Wayan Koster minta Pertamina bergerak cepat memperkuat pasokan dan mengoptimalkan distribusi BBM. Terutama, jenis Pertalite dan Pertamax.

Hal itu untuk memastikan kebutuhan BBM untuk masyarakat Bali terpenuhi.

“Pengelolaan BBM di Bali agar dilakukan secara ketat. Hal ini penting untuk menjaga kondusivitas Bali di mata masyarakat dunia,” kata Koster. (Way)