KORANJURI.COM – Wahana edukatif Museum Majapahit Tanah Lot melengkapi destinasi wisata di kabupaten Tabanan. Museum tersebut hadir sebagai destinasi yang memadukan keagungan sejarah dengan pesona wisata.
Wahana rekreasi itu diresmikan 15 November 2025 dan lokasinya berada di areal parkir destinasi wisata Tanah Lot. Museum Majapahit Tanah Lot dirancang lebih moderen dengan melibatkan teknologi augmented reality.
“Ke depan kami memproyeksikan menambah teknologi 3D sehingga pengunjung dapat merasakan kondisi pada masa itu dengan bantuan teknologi digital,” kata Direktur utama museum Majapahit Tanah Lot Bali I Gusti Made Suryantha Putra, Rabu (31/12/2025).
Destinasi kedua di Tanah Lot itu memiliki 20 zona atau ruang. Setiap zona mengisahkan masa yang berbeda dan dirancang dengan tata cahaya yang dramatis dan memukau.
Memasuki museum, pengunjung diajak melintasi lorong waktu yang panjang yang mengisahkan perjalanan peradaban manusia nusantara hingga ke masa kejayaan Majapahit.
“Zona pertama pengunjung diajak menonton film berdurasi tujuh menit. Tujuannya agar mereka memahami terlebih dulu tentang Majapahit sebelum menelusuri 20 zona yang ada,” kata Humas Museum Majapahit Tanah Lot Kadek Juliantara.
Gedung budaya yang menghidupkan kejayaan nusantara itu menyimpan beragam benda bersejarah autentik yang langsung di dapat dari Ibukota Majapahit di Trowulan, Jawa Timur.
Benda bersejarah yang ada berupa arca sakral, pusaka serta artefak kuno dan uang asli pada masa itu.
“Kita punya kurator dan benda-benda yang ada di sini sudah dikurasi dan dinyatakan autentik. Kita dibawah naungan D Topeng Kingdom dan ini museum keenam,” kata Juliantara.
Pengunjung juga dapat menaiki wahana edukatif seperti perahu yang merepresentasikan jalur pelayaran masa lalu. Hingga, mencoba peralatan perang yang menggambarkan kekuatan dan strategi.
Tidak itu saja, di dalam museum juga disiapkan spot foto menarik yang menggabungkan keindahan artistik, nuansa sejarah dan estetika moderen.
“Tiket dibeli langsung pada loket DTW Tanah Lot, lokal Rp20.000 dan wisatawan asing Rp50. 000,” kata Juliantara. (Way)





