KORANJURI.COM – Kemacetan menjadi persoalan yang banyak dikeluhkan oleh wisatawan yang berkunjung ke Bali. Kondisi itu juga terlihat dari sejumlah komplain pemandu wisata di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan.
Manajer Operasional Badan Pengelola DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana mengatakan, kendala yang dihadapi wisatawan berkunjung ke Tanah Lot adalah kemacetan.
Menurutnya, simpul kemacetan itu terjadi di sepanjang rute dari Kerobokan hingga wilayah Canggu menuju menuju Tanah Lot.
“Pekerjaan rumah yang ada sekarang adalah mengurai kemacetan, itu yang banyak dikeluhkan oleh tour guide karena mereka sering mendapatkan komplain dari wisman,” kata Wayan Sudiana, Rabu, 31 Desember 2025.
Namun, kondisi itu bukan satu-satunya yang memicu penurunan wisatawan ke DTW Tanah Lot, khususnya wisatawan domestik.
Dirinya melihat, penurunan wisatawan domestik sudah terlihat sejak Januari 2026. Menurutnya, banyak faktor yang membuat kondisi wisdom lesu di antaranya, kondisi perekonomian di tengah pengetatan anggaran pemerintah.
“Setiap hari kita juga mengamati apa yang terjadi di media sosial, itu cerminan bagi kami, kita tidak bisa menolak. Jadi kita harus berbenah, intinya itu,” kata Sudiana.
“Mungkin Bali perlu istirahat sebentar, mungkin kecapekan, intinya masalah kemacetan di jalan raya, secara kasat mata itu yang terlihat,” tambahnya.
Namun, menurunnya wisatawan domestik itu tak mempengaruhi target pendapatan yang dicapai di tahun 2025. Sudiana mengatakan, tahun 2025 target pendapatan sebesar Rp64.350.000.000. Target itu terlampaui menjadi Rp71.916.000.000.
“Untuk kunjungan wisatawan asing didominasi turis dari Australia,” ujarnya.
Dalam periode Natal tahun ini, kunjungan terlihat meningkat selama tiga hari berturut-turut pada Kamis (25/12/2025) jumlahnya mencapai 5.893 orang per hari dan Jumat (26/12/2025) 5.727 orang. Kemudian, pada Sabtu (27/12/2025) angkanya tetap di kisaran 4.872 orang.
Untuk meningkatkan jumlah kunjungan, pihaknya merancang spot-spot khusus seperti, spot selfie Enjung Galuh sangat populer karena berlatar birunya lautan dan penampilan pura Tanah Lot di atas tebing batu karang.
“Spot swafoto ini sangat diminati wisatawan,” kata Sudiana.
Cerita kearifan lokal dari destinasi wisata itu juga diangkat sebagai daya tarik untuk wisatawan. Terutama, cerita rakyat terkait dengan tempat dengan segala mitos yang menyertai seperti ular suci bercorak hitam putih. (Way)





