KORANJURI.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali (BI Bali) memproyeksikan kebutuhan uang tunai di Bali menjelang Nataru 2025 sebesar Rp2,9 triliun.
Jumlah itu meningkat 3,57% dibandingkan kebutuhan uang di periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja mengatakan, ketersediaan uang tunai periode Nataru tahun ini, disesuaikan dengan optimisme pertumbuhan ekonomi Bali.
Diperkirakan, pertumbuhan ekonomi Bali triwulan IV 2025 akan meningkat. Ditambah, lonjakan kunjungan wisman di akhir tahun.
“BI Bali berkomitmen untuk menjamin kebutuhan uang di masyarakat tersedia dalam jumlah cukup, pecahan sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi layak edar,” kata Erwin di Denpasar, Sabtu, 20 Desember 2025.
Dalam memenuhi kebutuhan uang Nataru, BI Bali menggiatkan layanan penukaran uang melalui mobil kas keliling.
Sepanjang Desember 2025, layanan penukaran uang oleh BI Bali telah dilakukan di sejumlah titik Kabupaten Jembrana antara lain, pertokoan Negara dan di rest area parkir Men Tempeh Gilimanuk. Realisasi penukaran mencapai Rp945.761.000.
Sedangkan, penukaran uang khusus momen Natal 2025, layanan penukaran uang dikemas dalam kegiatan Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (Serunai) 2025.
Sebelumnya, Bank Indonesia juga membuka tempat penukaran uang di Yayasan Anugrah
Denpasar pada 9 Desember 2025, SD Santo Yoseph 2 Denpasar pada 10 Desember 2025, dan Yayasan Kristen Harapan (hope school) pada 11 Desember 2025. Realisasi penukaran mencapai Rp400.203.000.
“Bank Indonesia juga bersinergi dengan perbankan untuk melakukan layanan penukaran kepada masyarakat pada periode Serunai tahun 2025,” kata Erwin.
Sementara, volime transaksi non-tunai melalui QRIS di Bali hingga Oktober 2025, mencapai 134,59 juta dari 1,05 juta merchant dengan 1,05 1,05 juta pengguna. (Way)





