KORANJURI.COM – 15 mahasiswa IAIAN Purworejo (Institut Agama Islam An Nawawi) dari berbagai fakultas berhasil menyelesaikan misinya dalam Tridharma Internasional di tiga negara, yakni Singapura, Malaysia dan Thailand.
Selama enam hari, berangkat Senin (25/08/2025) dan tiba di tanah air Minggu (31/08/2025), para mahasiswa yang didampingi dua dosen pendamping, Dr.Adi Wibowo, M.Pd., Dekan FTIK bersama Dr. Miftahur Rahman, S.H.I., M.S.I., Dekan FEBI ini melakukan KKN, magang dan penelitian, dengan tujuan pertama di Singapura.
Ketua Pelaksana Tridharma Internasional IAIAN Purworejo Dr.Adi Wibowo, M.Pd., menjelaskan, selama melaksanakan misi tersebut, pihaknya melakukan beberapa MoU atau kerjasama dengan dua pesantren di Malaysia, yakni, Maahad Tahfiz An Nur (MATAN) di Selangor dan Maahad Tahfiz Vokasional Aman Bistari di Selangor.
Dengan Maahad Tahfiz An Nur (MATAN) dilakukan kerjasama sekaligus mahasiswa IAIAN Purworejo menggali data penelitian dan juga student exchange.
“Mahasiswa belajar bagaimana pengelolaan pesantren dan sistem yang dibangun di pesantren tersebut,” jelas Adi Wibowo, Senin (01/09/2025).
Di Maahad Tahfiz Vokasional Aman Bistari di Selangor, menurut Adi, IAIAN Purworejo tidak hanya melakukan kerjasama saja.
Namun mahasiswa selain melakukan penggalian data penelitian, mereka juga praktek mengajar dengan mensiarkan ajaran-ajaran Islam Nusantara,
serta memperkenalkan budaya yang ada di Indonesia serta pembelajaran di pesantren di Indonesia
“D Maahad Tahfiz Vokasional Aman Bistari ini tidak hanya mengajarkan ilmu agama saja, tapi juga mengajarkan Vokasional atau keahlian seperti mesin, memasak atau lainnya seperti ketrampilan yang diajarkan di SMK,” ungkap Adi.
Dikatakan, selama di Malaysia, para mahasiswa dan dosen pendamping mengikuti konferensi internasional bertajuk ‘Multiculturalism and Religious Moderation: The Perspective of Islamic Studies in Indonesia and Malaysia di Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah (UniSHAMS).
Di konferensi ini, mahasiswa IAIAN Purworejo menyampaikan makalah penelitiannya disaksikan dosen dan mahasiswa. Selain itu mahasiswa juga mengikuti perkuliahan di uniSHAMS ini.
“Kita juga melakukan kerjasama atau MoU dengan uniSHAMS,” ungkap Adi, didampingi Dr. Miftahur Rahman, S.H.I., M.S.I.
Selanjutnya di Patani di Thailand, di negara yang paling akhir dikunjungi ini, delegasi mengunjungi sebuah pondok pesantren. Pada kesempatan ini para mahasiswa IAIAN Purworejo melakukan komunikasi dengan pengelola dan para santri. Di Patani juga dilakukan kerjasama antara kedua belah pihak.
Dari hasil kunjungan ini, Adi Wibowo menyimpulkan, bahwa ternyata beda pengelolaan pondok pesantren di Malaysia dengan di Thailand, maupun di Indonesia.
“Kedepan harapan kami, program ini bisa keberlanjutan, karena manfaatnya sangat banyak. Karena menambah wawasan mahasiswa, terutama bagaimana mereka tahu akan kultur pendidikan di luar Indonesia,” terang Adi.
Dari penilaiannya, ternyata mahasiswa IAIAN Purworejo secara mental mampu beradaptasi dengan model pembelajaran di Malaysia maupun di Thailand. Hal itu dibuktikan, dengan tanpa rasa grogi mereka berdiskusi, bertukar pikiran dengan dosen-dosen Malaysia dan Thailand .
Dia berharap, dengan program ini IAIAN Purworejo menjadi lebih dikenal di Asean. Dan kedepannya bisa lebih dikenal lagi tak hanya di Asean, tapi di lingkup Internasional
Dengan ditekennya MoU dengan beberapa perguruan tingg dan pesantren, kata Adi, pihaknya ingin meningkatkan skill mahasiswa terutama di bidang masing-masing.
“Visi kita memang menjadikan IAIAN Purworejo menjadi sebuah perguruan tinggi berbasis pesantren yang unggul di bidang Internasional. Langkah kongkretnya dengan Tridharma Internasional ini,” pungkas Adi Wibowo. (Jon)





