Mobilisasi Rendah Karbon di Sanur Hilangkan Kantung Parkir, Gantinya Disiapkan Shuttle

oleh
Bendesa Intaran I Gusti Agung Alit Kencana (kiri) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Enam armada shuttle diresmikan untuk beroperasi di Sanur sebagai kawasan transisi energi bersih dan mobilitas rendah karbon, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Bali memiliki ambisi mempercepat Bali Emisi Nol Bersih 2045 dibandingkan target nasional di tahun 2060.

Namun, terpilihnya Sanur sebagai pilot project mobilitas rendah karbon, menurut Bendesa Intaran I Gusti Agung Alit Kencana, menjadi beban tersendiri.

“Biar bagaimana pun kita harus bisa menjaga dan melanjutkan, karena itu komitmen kita bersama untuk membuat kawasan ini rendah emisi,” kata I Gusti Agung Alit Kencana, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Menurutnya, proses sosialisasi yang berjalan sampai 22 Desember 2025 ini akan dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Setelah periode sosialisasi baru diterapkan larangan parkir di kawasan wisata Sanur.

“Saat ini masih boleh parkir di dalam kawasan, tapi setelah 22 Desember tidak boleh lagi ada kantung-kantung parkir di sepanjang jalan,” kata Agung Alit Kencana.

“Kita berikan solusi dulu baru action, kalau kita langsung melarang tidak boleh parkir terus solusinya apa,” tambahnya.

Di tahap awal, pihak Desa mengoperasikan 6 unit armada shuttle dengan trayek Sentral Parkir Mertasari menuju Pantai Segara. Jika itu berhasil kata Agung Alit, Pemerintah Kota Denpasar akan menambah lagi 6 unit shuttle.

Dengan 12 unit armada maka trayek akan dibagi menjadi tiga zona yakni, Mertasari-Pantai Segara, Mertasari-Pelabuhan Sanur dan Mertasari-Pelabuhan Serangan.

“Enam shuttle di tahap pertama ini sebenarnya sudah beroperasi sebulan lalu dan animo wisatawan cukup besar,” ujarnya.

Agung Alit mengatakan, untuk tahap uji coba ini wisatawan tidak dipungut biaya apapun. Namun nantinya, penumpang akan dikenakan tarif. (Way)