KORANJURI.COM – Sosok guru dalam konsep ajaran yang ada di Bali mendapatkan pengakuan tinggi dan penghormatan khusus. Filsafat Hindu mengenal Catur Guru yang mengajarkan nilai kesempurnaan spiritual.
Pemahaman tentang filosofi guru itu diungkapkan oleh tokoh pendidikan dan Ketua Yayasan IKIP PGRI Bali Ketua Yayasan IKIP PGRI Bali Drs. I Gusti Bagus Artha Negara, SH., MH.
Menurutnya, dalam sloka atau ayat-ayat kitab suci Hindu disebutkan Catur Guru meliputi, Guru Swadyaya atau Tuhan Yang Maha Esa, Guru Wisesa atau pemerintah, Guru Pengajian yang merupakan guru di sekolah dan Guru Rupaka atau orangtua.
“Jadi ini sudah ditanamkan sejak dulu, sehingga penghormatan kepada para guru saya kira wajar dan tidak berlebihan,” kata Artha Negara di Denpasar, Rabu, 27 Agustus 2025.
Peran guru sebagai pendidik dalam filosofi Hindu Bali juga terdapat dalam sloka yang menyebutkan empat hal utama.
Artha Negara mengatakan, keutamaan guru itu terlihat dari sloka yang menyebutkan, ‘kalau ada orang memberi ilmu pengetahuan maka tingkatan kekayaannya adalah paling tinggi’.
“Jadi guru yang memberikan ilmu itu dipandang tingkatan paling tinggi dibandingkan harta kekayaan lainnya seperti, orang memberikan pekerjaan, orang memberikan harta benda atau orang memberikan jodoh wanita berparas rupawan,” kata Artha Negara.
“Tingkatan paling tinggi adalah kalau ada orang memberikan ilmu, itu adalah guru,” tambahnya.
Penghormatan terhadap sosok dan peran guru juga terlihat dalam sejarah Jepang, usai Kota Hiroshima dan Nagasaki diluluhlantakkan oleh bom atom Little Boy dan Fat Man.
“Saat Jepang kalah oleh Amerika Serikat, yang ditanyakan pertama kali oleh Kaisar adalah berapa jumlah guru yang tersisa, bukan berapa jumlah tentara yang masih hidup,” kata Artha Negara.
“Itu menunjukkan betapa besar peran guru untuk membangun kembali negara yang sudah hancur,” tambahnya.
Sikap yang sama juga ditunjukkan oleh masyarakat China yang memuliakan jasa dan peran guru. Artha Negara yang pernah menempuh pendidikan di Negara China mengatakan, masyarakat negeri tirai bambu sangat menghormati orang tua, orang asing dan guru. (Way)





