KORANJURI.COM – Asia Pacific Bonsai and Suiseki (ASPAC) Ke-17 kembali ke Indonesia dan Bali sebagai tuan rumah penyelenggara.
Festival untuk para penghobi bonsai dan batu suiseki itu digelar di Taman Maheswara, Gianyar mulai 19-27 Juli 2025. Bali untuk ketiga kalinya menjadi tuan rumah perhelatan event prestisius para penggemar tanaman kerdil tersebut.
Ketua Bidang Suiseki Perkumpulan Penggemar Bonsai Pusat Rocky Surya Hadi mengatakan, ASPAC diinisiasi oleh mantan Menteri Kehakiman era Orde Baru Ismail Saleh.
“Penyelenggaraan pertama digelar tahun 1991 di Nusa Dua, Bali selanjutnya tahun 2007 dilaksanakan di Bali Beach Hotel, Sanur dan sekarang ASPAC ke-17 Bali kembali jadi tuan rumah,” kara Rocky di Gianyar, Sabtu, 19 Juli 2025.
Ia menjelaskan, saat ini penggemar bonsai dan suiseki di Indonesia meningkat pesat, baik dari sisi kuantitas dan kualitasnya. Rocky mengatakan, di tahun 1991, setiap ajang kompetisi batu alam hanya dipertandingkan satu kelas.

“Mau batu gunung atau batu sungai tetap saja suiseki, tapi di era saya, saya bikin dua kategori tujuannya supaya peminat makin banyak,” kara Rocky.
Hal itu juga terlihat dari banyaknya peserta kompetisi batu suiseki yang turun di ASPAC ke-17 Gianyar. Ada 350 batu seni yang tampil dari para penghobi di seluruh Indonesia.
Dalam kompetisi itu ratusan penggemar bonsai dan batu suiseki ikut andil menurunkan jawaranya. Panitia menghadirkan juri dari beberapa negara di Asia Pasifik.
“Untuk peserta semua dari Indonesia tapi juri untuk batu khususnya kita datangkan dari China, Korea, Malaysia, Australia dan Taiwan plus dua juri dari Indonesia,” kata Rocky.
Ia menambahkan, Bali kembali menjadi tuan rumah berkat kegigihan penggemar bonsai dan suiseki di Bali.
“Akhirnya teman-teman lain di Indonesia, ya udah enggak apa toh Bali juga mampu,” ujar Rocky. (Way)





