Sisi Lain Bali Spirit Festival, Jadi Penggerak Program Edukasi HIV/AIDS dan Regreen

oleh
Bali Spirit Festival Ke-16 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Penyelenggaraan Bali Spirit Festival bukan saja tentang bagaimana menghadirkan peserta dari seluruh belahan dunia. Namun di luar itu, penyelenggara juga menghadirkan tanggungjawab sosial untuk masyarakat.

Outrage program giving back to community menjadi sarana mengembalikan apa yang sudah didapat dari festival yoga terbesar kelima dunia itu. Program itu berfokus pada edukasi tentang HIV/AIDS dengan tagline ‘Ayo bicara soal HIV/AIDS’ yang menyasar kalangan remaja. Serta, program Regreen penanaman bambu untuk masyarakat desa yang ada di Bali.

Ketua Yayasan Kryasta Guna I Made Andika sebagai penggerak outrage program mengatakan, program yang sudah berjalan sejak tahun 2011 berhasil membuka paradigma baru dari para orang dengan HIV (ODIV). Deko mengatakan, mereka sudah berani menyampaikan kondisi yang dialami sebagai ODIV.

“Hasilnya sangat signifikan, kalau dulu masih diskrimasi terhadap penyandang ODIV sangat tinggi dan mereka juga dijauhi, kalau sekarang sekarang teman-teman sudah berani speakup,” kata Deko, Sabtu (10/5/2025).

Edukasi HIV/AIDS bukan hanya di Bali saja, tapi juga merambah wilayah di Indonesia lainnya seperti, Lombok, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Flores, Sumatera, hingga Aceh.

“Kita juga kerjasama dengan KSPAN di masing-masing sekolah dan Kabupaten untuk mencegah dan menanggulangi epidami HIV/AIDS,” ujarnya.

Dalam program Regreen, Yayasan Kryasta Guna memberikan edukasi dengan memberikan bibit tanaman bambu untuk masyarakat di sejumlah wilayah yang ada di Bali. Kegiatan yang sudah terlaksana berada di wilayah Ban Karangasem dan Bangli seperti di Alengkong, Bukit Sari, Batu Meyeh, Trunyan, Bunutin. Serta, di desa Gerokgak, Buleleng.

“Ada manfaat economi dari menanam bambu. Selain untuk kerajinan juga sebagai penghijauan, konservasi adat dan budaya, bambu banyak digunakan untuk upacara di Bali hampir semua upacara adat menggunakan bambu untuk sarananya,” jelas Deko. (Way)