KORANJURI.COM – Dalam rangka menyambut Pemilihan Bupati Purworejo 2024 serta mencari inspirasi sosok pemimpin, Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Purworejo menggelar dialog publik bertajuk ‘Menakar Visi Pemimpin Purworejo Masa Depan’, Sabtu (03/08/2024), di auditorium Kasman Singodimedjo Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Dipandu Agus Triatmoko,S.E, M.H., dialog publik menghadirkan tiga narasumber, Imam Teguh Purnomo, S.E. Akt., Drs.R. Sigit Widodo Nugrohadi, M.M., dan Muhammad Abdullah, S.E., S.H.
Ketua PDPM Purworejo Ahmad Fadhol Arifin, S.Pd., selaku penyelenggara menjelaskan, dalam dialog publik tersebut sebenarnya akan menghadirkan 6 narasumber, dimana mereka merupakan tokoh yang sudah muncul ke permukaan di Pilkada Purworejo 2024.
“Namun tiga lainnya tidak bisa hadir, yakni Yuli Hastuti, Dion Agasi Setiabudi dan Yopi Prabowo karena ada acara yang tak bisa diwakilkan,” jelas Arifin, di sela kegiatan.
Tujuan diadakannya dialog tersebut, menurut Arifin, untuk berdiskusi, mencari inspirasi sosok tokoh yang harapannya nanti betul-betul bisa memimpin Purworejo menjadi lebih maju dan lebih baik.
Jadi memujudkan Purworejo yang berdikari, yang betul-betul memikirkan kepentingan rakyat Purworejo, jadi bukan kepentingan golongan tertentu.
“Mumpung saat ini belum pendaftaran calon, jadi lebih bebas,” ujar Arifin.
Dalam acara ini peserta diajak untuk berdiskusi mengenai visi dan misi yang harus dimiliki oleh pemimpin Purworejo di masa depan guna menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang di era digitalisasi untuk mewujudkan Purworejo Mulyo.
Dialog, terang Arifin, untuk mencari inspirasi calon pemimpin sekaligus mendengarkan aspirasi dari gen Z dan gen millenial. Tujuannya agar rakyat dan golongan elit mempunyai visi yang sama, betul-betul untuk membangun Purworejo yang Mulyo kedepannya.
Dalam hal ini pihaknya mengundang peserta dari organisasi kepemudaan seperti Naosr, KNPI, IPNU, IPPNU, Fatayat, IMM, IPM, GMNI dan BEM yang ada di Purworejo dan forum OSIS serta elemen masyarakat lainnya.
“Agar mereka melek terkait dengan politik, terkait dengan pendidikan politik dan itu kita wujudkan dalam bentuk dialog kebangsaan ini,” kata Arifin, yang didampingi Sekretaris Umum PDPM Purworejo Ahmad Komaruddin, S.Pd.
Sejumlah isu strategis mencuat dalam dialog tersebut, antara lain terkait bonus demografi, pengangguran dan kemiskinan, hingga isu terkait proyek startegis nasional seperti pembangunan Bendungan Bener, pengembangan pariwisata di wilayah BOB, serta kehadiran Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). (Jon)





