KORANJURI.COM – Identitas pria yang ditemukan dalam kondisi meninggal di puncak Gunung Agung diketahui bernama Alexander Bimo Haryo Tejo (60).
Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya mengatakan, pria yang ditemukan meninggal dunia itu berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Ia tinggal di Jalan Raya Kumudasmoro Utara, Desa Bongsari, Semarang, Jawa Tengah.
“Pekerjaan swasta, kelahiran DI Yogyakarta dan berdomisili di Semarang, Jawa Tengah,” kata Nyoman Sidakarya, Kamis, 14 Maret 2024.
Sebelumnya, sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di puncak Gunung Agung, Selasa (12/3/2024) siang. Saat ditemukan posisi mayat berada di ketinggian 2833 Mdpl pada koordinat 8°20’31.12″S – 115°29’35.81″E.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar Basarnas Bali Nyoman Sidakarya menjelaskan, ciri-ciri jenasah menggunakan jaket dan celana panjang warna hitam, rambut putih beruban dan membawa tas berwarna hijau.
“Tidak ada yang mengetahui kapan tepatnya korban memulai pendakian di Gunung Agung,” kata Nyoman Sidakarya, Rabu, 13 Maret 2024.
Sebelumnya, pemerintah telah menyebarkan larangan untuk tidak melakukan pendakian di Gunung Agung. Hal itu terkait dengan adanya upacara keagamanan ‘Ida Batara Turun Kabeh’.
Namun, pihaknya menerima informasi jika seorang pendaki WNA menemukan jenasah. Koordinasi dilakukan untuk melakukan evakuasi. Dua orang pemandu lokal melakukan pendakian terlebih dulu selama 2 jam untuk sampai di lokasi jenasah.
Saat akan melakukan proses evakuasi, kondisi cuaca berkabut tebal dengan tiupan angin kencang. Maka proses evakuasi tidak memungkinkan untuk dilakukan. (Way)





