KORANJURI.COM – Sebanyak 173 siswa baru kelas VII SMPN 26 Purworejo mengikuti Diklat Karakter selama tiga hari dua malam. Kegiatan yang dimulai Jum’at (25/08/2023) siang ini dibuka oleh Kepala Sekolah Dr Nikmatur Rohmah, M.Pd.
Selama kegiatan berlangsung, beragam materi disampaikan oleh narasumber dari internal dan eksternal. Materi-materi yang disampaikan ini meliputi Pengecekan Kesehatan dan Tata Tertib, Kedisiplinan / Karakter, Wide game, PBB dan Kedisiplinan, Wawasan Kebangsaan, Doktrin Karakter, Pensi dan Renungan Suci.
Di hari terakhir kegiatan, Minggu (27/08/2023), Nikma menyampaikan, dalam pelaksanaan Diklat Karakter ini, dari panitia melibatkan 12 siswa OSIS terpilih dan terlatih.
“Jadi yang utama dari kegiatan ini pembentukan karakter. Siswa dilatih untuk disiplin, bagaimana memenej waktu dengan kegiatan-kegiatan yang ada batasan waktunya,” jelas Nikma.
Ketepatan waktu itulah, kata Nikma, yang akan dinilai dan juga dari kesiapan anak dan kesiapan mentalnya. Di hari pertama kegiatan hal itu sudah bisa terlihat.
Jadi, menurut Nikma, ada anak yang memang tidak siap mentalnya tapi siap secara fisik. Begitu juga sebaliknya. Di hari pertama, hasil dari penilaian ini dievaluasi.
“Ada anak-anak yang memang mentalnya siap untuk menjadi seorang pemimpin. Dalam kegiatan wide game nampak keberanian mereka seperti apa, membawa pasukannya seperti apa. Ini untuk penilaian kita,” ungkap Nikma.
Hasil dari penilaian-penilaian ini, akan dikomunikasikan dengan semua guru/wali kelas yang ikut mendampingi dalam Diklat Karakter ini. Karena nantinya akan di matchkan dengan hasil assesmen diagnostik di awal masuk.
Jika karakter ini sudah terbentuk dan dilaksanakan, dari hasil analisisnya seperti apa, akan dilakukan pengamatan dan penilaian selama 3 bulan. Dari situ akan muncul grafik. Kalau di dalam grafik itu ada yang naiknya drastis atau turunnya drastis, maka akan dicari penyebabnya.
“Dengan cara ini kita lebih mudah memetakan anak atau mencari solusi dari kesulitan-kesulitan yang dialami anak,” terang Nikma.
Dari kegiatan yang bertujuan untuk membentuk karakter anak dalam kedisiplinan ini, nantinya akan membuat anak bisa hidup dimanapun. Dengan kedisiplinan ini juga akan memunculkan jiwa korsa dengan sendirinya.
“Mereka tahu akan dirinya dan kebutuhannya,” pungkas Nikma. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





