KORANJURI.COM – Tantangan inflasi di Bali semakin berat. Di bulan Februari 2023 gabungan tingkat inflasi Kota Denpasar dan Singaraja mencapai 0,07% (mtm) atau 6,35% (yoy). Angka itu meningkat dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,66% (mtm).
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, tekanan inflasi itu bersumber dari kenaikan harga beras dan bahan bakar rumah tangga. Sedangkan penurunan harga canang sari dan daging ayam ras, menahan tekanan inflasi lebih tinggi.
“Kedepan, komitmen dan upaya anggota TPID di Bali perlu ditingkatkan. Mengingat, tantangan pengendalian inflasi semakin berat,” kata Cok Ace saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali, Senin, 20 Maret 2023.
HLM TPID se-Provinsi Bali kali memegang peranan penting untuk menghasilkan rumusan strategi.
“Diharapkan dapat menekan laju inflasi di Provinsi Bali khususnya, menjelang Hari Raya Nyepi dan Bulan Ramadhan tahun ini,” kata Cok Ace.
Wagub memandang TPID yang telah terbentuk di seluruh Kabupaten/Kota di Bali menjadi kekuatan untuk merumuskan langkah-langkah strategis. Dalam jangka pendek, menengah dan panjang menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga dan komunikasi efektif.
Rapat koordinasi jadi upaya Pemerintah Provinsi Bali sebagai upaya preventif pengendalian harga menjelang Hari Raya Nyepi Caka 1945 dan Bulan Ramadhan 1444 Hijriyah.
HLM TPID diisi dengan paparan mengenai pengendalian inflasi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Kepala BPS Provinsi Bali Hanif Yahya, Kepala Bulog Divre Bali Budi Cahyanto serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada. (Way)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





