KORANJURI.COM – Untuk membantu sekolah dalam kegiatan belajar mengajar, SMPN 13 Purworejo membentuk Parenting Kelas dan Parenting Sekolah. Pembentukan Parenting diawali dengan sosialisasi pada Kamis (26/01/2023), yang dihadiri seluruh orangtua siswa dari kelas 7 dan 8.
Sosialisasi dilakukan secara langsung oleh Kepala SMPN 13 Purworejo, Achmad Yulianto, S.Pd. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi setiap anak, meski anak memasuki dunia pendidikan formal.
Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anaknya adalah hal yang dibutuhkan, untuk mendukung dan mendorong pembelajaran dan perkembangan anak. Program parenting sebagai langkah yang dilakukan sekolah untuk melibatkan orang tua dalam pendidikan.
“Jadi sangat diperlukan untuk mewujudkan keselarasan cara mendidik anak di sekolah dengan di rumah, melalui peningkatan kualitas interaksi dan komunikasi positif antara sekolah dengan orang tua,” ujar Achmad Yulianto.
Adanya kegiatan parenting kelas dan sekolah, kata Achmad Yulianto, karena mengingat peran orangtua dalam pendidikan sangat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar dan otomatis mutu sekolah. Orangtua hendaknya tahu yang apa yang harus dikerjakannya di rumah, berkaitan dengan pendidikan anaknya.
Setelah parenting kelas terbentuk, yaitu dimusyawarahkan susunan pengurus parenting di masing-masing kelas, mereka diharapkan akan membuat program masing-masing yang mengacu pada permasalahan atau situasi yang ada di kelas, supaya ada kesesuaian antara yang dikelas dan di rumah.
“Mereka akan menentukan program masing-masing, jadi tiap kelas bisa berbeda-beda,” ungkap Achamd Yulianto, didampingi Nurwahid, S.Pd., Waka Humas.
Setelah pembentukan parenting ini, Achmad Yulianto juga berharap adanya semacam pembekalan nantinya dengan menghadirkan narasumber, yang kaitannya dengan mengasuh anak terutama menghadapi era globalisasi dan digitalisasi yang tak bisa dihindari, dan ini diperlukan kecakapan khusus dari orangtua untuk menyesuaikannya.
Secara teknis, Nurwahid menyebut, dalam pembentukan parenting kelas, dari masing-masing kelas 7 dan 8, akan ditunjuk lima wali siswa atau orangtua siswa, untuk menjadi pengurus parenting kelas.
“Dari ketua-ketua parenting kelas akan mewakili kelasnya menuju sekolah untuk membentuk parenting sekolah,” jelas Nurwahid.
Menurutnya, tujuan pembentukan parenting, untuk membantu sekolah dalam hal kegiatan belajar mengajar, karena pendidikan tidak berhasil jika hanya belajar melalui sekolah. Tapi juga tergantung keluarga atau orangtua. Maju dan mundurnya sekolah (pendidikan) juga tergantung orangtua, karena waktu terbanyak ada di rumah.
Jika orangtua tidak peduli atau memperhatikan anak di rumah, Nurwahid yakin pendidikan juga tak akan berjalan dengan baik, prestasi juga tidak akan bagus. Begitu juga sebaliknya. Jadi ada sinergi antara sekolah dengan orangtua, yang intinya untuk mendukung kegiatan sekolah
Dengan adanya parenting sekolah, akan mempermudah koordinasi antara sekolah dengan orangtua jika ada sesuatu yang perlu diputuskan untuk kepentingan bersama. Harapannya proses pendidikan sekolah bisa berjalan dengan baik, bisa sukses dan maju serta berkembang, yang endingnya bisa meningkatkan prestasi.
“Dulu sebelum covid pernah dibentuk Parenting namun tidak jalan. Diakui, setelah adanya covid, semangat belajar siswa menurun yang berdampak pada prestasi siswa yang juga menurun. Dengan dibentuknya parenting, orangtua tahu kondisi anaknya masing-masing dan kondisi sekolah pada umumnya,” pungkas Nurwahid. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





