KORANJURI.COM – Pemdes Krandegan, Kecamatan Bayan, Purworejo, Jateng punya terobosan baru untuk mendukung sistem irigasi pertaniannya, dengan biaya murah dan ramah lingkungan.
Hal itu diwujudkan dalam panel surya dan pompanya. Satu sistem terintegrasi berkekuatan sekitar 18 ribu watt dengan sebuah pompa yang menghasilkan debit air 77 liter/ detik atau kurang lebih 279 meter kubik /jam.
“Dengan sistem irigasi berbasis tenaga surya, para petani bisa mendapatkan aliran irigasi secara gratis untuk mengairi sawah mereka,” ujar Dwinanto, Kepala Desa Krandegan, Senin (12/12/2022).
Dijelaskan oleh Dwinanto, Desa Kradegan memiliki lahan pertanian seluas 70 hektar yang kesemuanya merupakan lahan tadah hujan. Sudah berpuluh tahun, kalau musim kemarau , untuk mendapatkan air warga harus memompa dari dalam tanah.
“Jadi petani harus membuat sumur bor, beli pompa, beli BBM sehingga menimbulkan biaya tinggi,” ungkap Dwinanto.
Sejak 2013, ketika dirinya mulai menjabat Kades Krandegan, pihaknya sediakan irigasi gratis bagi petani, yang bersumber dana dari CSR pihak swasta. Caranya dengan cara menaikkan air sungai Dulang ke atas lalu dialirkan ke sawah-sawah.
Dwinanto melibatkan pihak swasta, karena dana desa sampai hari ini belum boleh digunakan untuk membeli solar guna pengairan atau irigasi. Jadi untuk beli pompa boleh, bangun irigasinya boleh, tapi beli solarnya tidak boleh. Ini yang menjadikan banyak desa memiliki pompa tapi tidak bisa digunakan.
“Setelah 9 tahun berjalan, saya berpikir. Kalau suatu saat saya tidak lagi menjadi kades, atau donaturnya berhenti, namun program tetap berjalan, bagaimana caranya. Akhirnya kami ciptakan sistem irigasi berbasis tenaga surya ini,” pungkas Dwinanto, yang berharap, dengan sistem irigasi yang lebih efisien, murah dan ramah lingkungan ini bisa mendukung mewujudkan Desa Hijau dengan isu pemanfaatan energi baru dan terbarukan. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





