Usai Dilaunching, TeFa SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo Garap Pesanan Menteri

oleh
Dr. Ir. M. Bakrun, M.M., anggota Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, saat meninjau produksi sepeda motor listrik 'Estima Purwa' di TeFa SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo, Minggu (11/12/2022) - foto: Sujono Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Teaching Factory (TeFa) TBSM (Teknik Bisnis Sepeda Motor) SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo, resmi dilaunching, Minggu (11/12/2022). Soft launching dilakukan oleh Dr. Ir. M. Bakrun, M.M., anggota Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, yang ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti.

Usai pemotongan pita, Bakrun didampingi Rektor UMPurworejo Dr Rofiq Nurhadi, M.Ag., Kepala SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo, Sumarjo, S. Fil. I, M. Pd., beserta tamu undangan lainnya berkenan meninjau langsung produksi motor listrik ‘Estima Purwa’ yang saat ini sedang mengerjakan pesanan Menko PMK Muhadjir Effendi dan tiga pesanan lainnya, dari Dikdasmen PP Muhammadiyah dan UMPurworejo.

Menurut Sumarjo, usai dilaunching pada Muktamar Muhammadiyah beberapa waktu lalu di Solo, pihaknya langsung mendapat pesanan 28 sepeda motor listrik. Salah satunya dari Menko PMK Muhadjir Effendi yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.

“Hari ini TeFa SMK Muhammadiyah Purwodadi diresmikan, dengan unit produksi servis motor BBM bekerjasama dengan Yamaha Sumber Baru Motor dan perakitan sepeda motor listrik bekerjasama dengan PT Estima Solo,” jelas Sumarjo, yang berharap, dengan adanya TeFa betul-betul menjadi pembelajaran projek best learning. Jadi bukan lagi teori, tapi siswa mengerjakan.

Dalam kesempatan tersebut, Bakrun menyampaikan, bahwa TeFa di SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo ini dikembangkan sesuai program keahlian yang dibuka sekolah, dalam hal ini untuk pengembangan motor listrik , bersama-sama dengan industri.

“Memang saat ini masih merakit. Namun diawali dari merakit ini, di tahun kedua harus memposisikan kira-kira bagian mana yang bisa diproduksi sendiri, dalam arti bisa diproduksi di sekolah atau UMKM,” pesan Bakrun.

Jadi, kata Bakrun, tidak semuanya itu oleh sekolah, tapi juga bisa pengembangan UMKM. Apalagi nanti kalau kedepannya konsep TeFa sampai produksi, untuk bagian-bagian yang bisa diproduksi sendiri, yang mengembangkan alumninya. Untuk pengembangan TeFa, adanya kolaborasi antara sekolah, industri dan masyarakat, serta nantinya juga bisa termanfaatkan oleh alumni.

Dr. Ir. M. Bakrun, M.M., anggota Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah didampingi  Rektor UMPurworejo Dr Rofiq Nurhadi, M.Ag., dan Kepala SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo, Sumarjo, S. Fil. I, M. Pd., foto bersama di samping sepeda motor listrik 'Estima Purwa' - foto: Sujono/Koranjuri.com
Dr. Ir. M. Bakrun, M.M., anggota Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah didampingi
Rektor UMPurworejo Dr Rofiq Nurhadi, M.Ag., dan Kepala SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo, Sumarjo, S. Fil. I, M. Pd., foto bersama di samping sepeda motor listrik ‘Estima Purwa’ – foto: Sujono/Koranjuri.com

“Tujuan dari TeFa untuk meningkatkan kompetensi siswa, kemudian siswa bisa praktek sesuai kondisi yang ada di industri. Dengan adanya TeFa juga ada income generating units. Jadi ada keuntungan yang bisa digunakan sekolah untuk membiayai berikutnya lagi dan mungkin bisa untuk menambah operasional dari sekolah itu,” ungkap Bakrun.

Pihaknya mendorong sekolah-sekolah di Muhammadiyah untuk mengembangkan unit usaha sesuai bidangnya, untuk menambah biaya operasional.

Terpisah, Kaprodi PTO UMPurworejo Dwi Jatmoko, M.Pd., selaku perguruan tinggi pendamping dalam program SMK Pusat Keunggulan yang diterima SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo mengucapkan selamat, atas dilaunchingnya TeFa TBSM.

“Semoga dengan Tefa ini dapat memberikan pembelajaran pada siswa khususnya jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor. Dengan projek perakitan sepeda motor listrik Estima Purwa ini, dapat membentuk ketrampilan siswa yang berkewirausahaan sehingga kedepan sepeda motor listrik menjadi booming dan pesanan menjadi banyak,” ujar Dwi Jatmoko.

Soft launching TeFa di SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo, menjadi agenda usai pelaksanaan kegiatan Forum Diskusi Grup yang membahas tentang masa depan sekolah-sekolah Muhammadiyah yang ada di Purworejo. Para pesertanya, seluruh kepala sekolah atau madrasah yang ada di Purworejo, pimpinan daerah Muhammadiyah Purworejo, Rektor UMPurworejo, Kaprodi PTO UMPurworejo beserta beberapa tamu undangan lainnya. Kegiatan FGD juga dihadiri dua pengawas dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng, H. Achmad Chamdani, S.Pd.,M.Pd., dan Bani Mustofa, M.Pd. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS