Munas VI APTIKOM di Bali, Zainal Hasibuan: Teknologi Harus Menghadirkan Kesejahteraan

oleh
Ki-ka: Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan, Pakar Teknologi Informasi Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A., Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, Ketua Umum DPP APTIKOM Prof. Dr. Zainal Arifin Hasibuan dan jajaran pengurus DPP APTIKOM Pusat - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dalam Musyawarah Nasional Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) VI di Bali, pakar teknologi informasi Profesor Richardus Eko Indrajit menyebut, era 5.0 muncul dari Jepang.

Negeri matahari terbit itu mengalami kondisi Aging Society, atau jumlah manusia tidak produktif lebih banyak dibanding yang produktif. Sehingga, dibutuhkan teknologi yang membantu.

“Kebalikan dengan Indonesia yang punya bonus demografi, jumlah manusia produktif lebih banyak,” kata Eko saat menggelar konferensi pers Munas APTIKOM VI, Kamis, 8 Desember 2022.

Dengan bonus demografi yang dimiliki, seharusnya Indonesia bukan hanya jadi obyek digitalisasi tapi menjadi pelaku. Dalam konteks Munas VI APTIKOM, revolusi teknologi 5.0 akan terjadi oleh sumber daya manusia yang mumpuni.

“Yang bikin berhasil adalah the man behind the gun. Kunci keberhasilan bukan pada proses tapi pada SDM,” jelasnya.

Ketua Umum DPP APTIKOM Prof. Dr. Zainal Arifin Hasibuan menambahkan, Munas VI APTIKOM memberikan pesan bahwa, perkembangan teknologi informasi harus disikapi dengan pengembangan kemampuan. APTIKOM dengan anggota ratusan perguruan tinggi bidang informatika dan komputer, terus memberdayakan SDM seoptimal mungkin.

Teknologi digital yang ada saat saat ini bukan sekedar menjadi khasanah maupun untuk melengkapi literasi pendidikan tinggi. Tapi menurut Zainal, harus mampu menghadirkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita tidak boleh jadi budak teknologi tapi harus jadi master. Pandemi memberikan kita pelajaran bahwa penggunaan teknologi harus diterapkan,” kata Zainal A. Hasibuan.

Dalam kegiatan itu, APTIKOM menyikapi teknologi 4.0 menuju 5.0 dalam pemberdayaan artificial intelegence atau kecerdasan buatan.

Sedangkan, Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan sebagai tuan rumah penyelenggara mengatakan, Munas VI APTIKOM dihadiri oleh 780 orang dari 34 Provinsi. Dengan tambahan panitia dan pengurus APTIKOM Pusat total yang hadir mencapai 930 orang.

Munas VI APTIKOM mengusung tiga agenda utama yakni, Musyawarah Nasional, Konferensi Internasional dan Seminar Nasional tentang kecerdasan artifisial.

“APTIKOM berusaha memperkuat kompetensi SDM. Sebagai akademisi, APTIKOM akan memberikan pengetahuan yang up to date dan relevan dalam menyongsong generasi emas 2045,” kata Dadang Hermawan.

Sementara, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra mewakili Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, sebagian besar masyarakat di
Indonesia telah terhubung ke internet.

Jumlah itu sebanyak 73,7% atau setara dengan 204,7 juta jiwa dari seluruh populasi. Sebesar 96% pengguna internet di Indonesia memiliki perangkat mobile. Gadget
yang terhubung ke internet sebanyak 370.1 juta atau 133.3% dari jumlah penduduk.

“Masyarakat terhubung ke layanan internet untuk memenuhi sejumlah kebutuhan. Dimulai dari kebutuhan komunikasi, media sosial, transportasi, pemesanan makanan, bekerja, termasuk berbelanja online,” kata Gede Indra Dewa Putra. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS